Friday, July 1, 2016

Perempat Final: Wales vs Belgia

Jumat, 1 Juli, 2016

Wales akan berhadapan dengan Belgia di pertandingan ke dua babak perempat final. Wales yang lolos sebagai juara Grup B, di atas Inggris sebagai runners-up mereka, harus berterimakasih pada gol bunuh diri Gareth McAuley saat mereka menang tipis atas Irlandia Utara di babak 16 besar.

Sementara, Belgia, yang menjadi runners-up Grup E, di bawah juara grup, Italia, lolos ke perempat final setelah membantai juara Grup F, Hungaria, dengan 4 gol tanpa balas.

Thursday, June 30, 2016

Polandia vs Portugal

Jumat, 1 Juli, 2016

Polandia 1 (3) – 1 (5) Portugal
Robert Lewandowski 2’ – Renato Sanches 33’

Polandia: Fabiański; Pazdan, Glik, Jędrzejczyk, Piszczek; Mączyński (Jodłowiec, 98’), Krychowiak, Grosicki (Kapustka, 82’), Błaszczykowski; Milik, Lewandowski
Portugal: Rui Patricio; Fonte, Pepe, Eliseu, Cédric Soares; William Carvalho (Danilo, 96’), Renato Sanches, Adrien Silva (Moutinho, 73’), João Mario (Quaresma, 80’); Cristiano Ronaldo, Nani

Lagi-lagi Polandia harus melalui drama adu penalty. Lagi-lagi Portugal harus bermain lebih dari 90 menit.
Pertandingan pertama di babak perempat final ini berlangsung dengan begitu sengit.

Peluit baru ditiup, pertandingan baru dimulai, Polandia sudah unggul lebih dulu melalui gol Robert Lewandowski di menit ke-2. Polandia membangun serangan yang begitu cepat dan langsung membuahkan gol. Unggul lebih dulu di menit-menit awal, tentu harapan Polandia melambung. Namun, di menit ke-33, Portugal berhasil menyamakan kedudukan melalui gol Renato Sanches. Setelah itu tidak ada lagi gol yang terjadi sampai akhir babak pertama, akhir babak ke dua, bahkan sampai dua kali 15 menit babak perpanjangan waktu.

Pertandingan akhirnya harus dilanjutkan dengan adu penalty.
Portugal mendapat kesempatan menendang lebih dulu. Penendang pertama dari Portugal adalah Cristiano Ronaldo, yang sukses menyarangkan bola ke gawang.
Penendang pertama dari Polandia, Robert Lewandowski, juga sukses mengeksekusi gilirannya. Begitu juga dengan penendang ke dua dan ke tiga Portugal, Renato Sanches dan João Moutinho, dan penendang ke dua dan ke tiga Polandia, Milik dan Glik. Perbedaan mulai terlihat di penendang ke empat. Penendang ke empat bagi Portugal, Nani, sukses memasukkan bola, sementara Jakub Błaszczykowski, pencetak gol terbanyak bagi Polandia, justru gagal mengeksekusi tendangannya.
Maka, begitu tendangan dari penendang terakhir Portugal, Ricardo Quaresma masuk, otomatis menang lah Portugal.
Lagi-lagi Polandia harus menghadapi drama adu penalty. Namun sayangnya, kali ini mereka harus tersingkir secara terhormat.
Sementara Portugal, untuk kesekian kalinya sepanjang turnamen ini, kembali lolos dari lubang jarum.

Daftar pencetak gol:
3 – Gareth Bale (Wales), Alvaro Morata (Spanyol), Antoine Griezmann (Prancis)
2 – Dimitri Payet (Prancis), Romelu Lukaku (Belgia), Ivan Perisic (Kroasia), Nani, Cristiano Ronaldo (Portugal), Balazs Dzsudzsak (Hungaria), Jakub Blaszczykowski (Polandia), Robbie Brady (Irlandia), Mario Gomez (Jerman), Graziano Pelle (Italia)
1 – Olivier Giroud (Prancis), Nicolai Stanciu, Bogdan Stancu (Rumania), Fabian Schar, Admir Mehmedi, Xherdan Shaqiri (Swiss), Hal Robson-Kanu, Aaron Ramsey, Neil Taylor (Wales), Ondrej Duda, Vladimir Weiss, Marek Hamsik (Slowakia), Eric Dier, James Vardy, Daniel Sturridge, Wayne Rooney (Inggris), Vasili Berezutski, Denis Glushakov (Russia), Luka Modric, Ivan Rakitic, Nikola Kalinic (Kroasia), Arkadiusz Milik, Robert Lewandowski (Polandia), Shkodran Mustafi, Bastian Schweinsteiger, Jerome Boateng, Julian Draxler (Jerman), Gerrard Pique, Nolito (Spanyol), Wes Hoolahan (Irlandia), Emanuele Giaccherini, Eder, Giorgio Chiellini (Italia), Adam Szalai, Zoltan Stieber, Zoltan Gera (Hungaria), Birkir Bjarnason, Gylfi Sigurdsson, Jon Dadi Bodvarsson, Arnor Traustason, Kolbeinn Sigthorsson, Ragnar Sigurdsson (Islandia), Gareth McAuley, Niall McGinn (Irlandia Utara), Milan Skoda, Tomas Necid (Rep. Ceko), Axel Witsel, Radja Nainggolan, Toby Alderweireld, Michy Batshuayi, Eden Hazard, Yannick Carrasco (Belgia), Armando Sadiku (Albania), Burak Yilmaz, Ozan Tufan (Turki), Alessandro Schopf (Austria), Ricardo Quaresma, Renato Sanches (Portugal)

Daftar negara pencetak gol:
8 – Belgia
7 – Wales
6 – Hungaria, Prancis, Jerman, Islandia, Portugal
5 – Kroasia, Spanyol, Italia
4 – Inggris, Polandia
3 – Slowakia, Swiss, Irlandia
2 – Rumania, Russia, Irlandia Utara, Turki, Rep. Ceko
1 – Albania, Swedia, Austria
0 – Ukraina

Jumlah kemasukan gol:
0 – Jerman
1 – Italia
2 – Belgia, Swiss, Prancis, Polandia
3 – Albania, Wales, Swedia, Irlandia Utara
4 – Rumania, Turki, Austria, Kroasia, Spanyol, Islandia, Inggris
5 – Ukraina, Rep. Ceko, Portugal
6 – Russia, Irlandia, Slowakia

8 – Hungaria

Perempat Final: Polandia vs Portugal

Kamis, 30 Juni, 2016

Pertandingan antara Polandia melawan Portugal disebut-sebut sebagai pertarungan antara dua bintang, Robert Lewandowski dan Cristiano Ronaldo.



Polandia tampil meyakinkan di babak penyisihan grup. Mereka mengalahkan Ukraina dan Irlandia Utara, dan hanya bermain imbang saat menghadapi Jerman. Mereka lolos sebagai runners-up hanya karena perbedaan jumlah dan selisih gol dari Jerman.

Portugal lolos dengan terseok-seok dari babak penyisihan grup. Setelah hanya mampu bermain imbang dalam ketiga pertandingan babak penyisihan grup, mereka harus puas hanya lolos sebagai posisi tiga. Sampai babak 16 besar, mereka belum pernah menang dalam waktu normal, 90 menit. Keunggulan tipis 1 - 0 pada saat menghadapi Kroasia di babak 16 besar, didapat pada menit ke-117, hanya tiga menit sebelum akhir babak ke dua perpanjangan waktu.

Namun Polandia pun menang atas Swiss di 16 besar melalui drama adu penalty.

Pertahanan Polandia terbukti sangat rapat. Dalam empat pertandingan, gawang mereka baru kebobolan satu gol, yaitu gol Xherdan Shaqiri yang terjadi di babak 16 besar. Sejauh ini, hanya ada tiga tim yang baru kebobolan kurang dari dua gol, yaitu Jerman yang masih clean sheet, dan Italia yang sama-sama baru kemasukkan satu gol. Namun, dari segi penyerangan, Polandia juga merupakan tim yang cukup hemat dalam mencetak gol. Dalam empat pertandingan, mereka baru mencetak 3 gol.

Sementara Portugal, secara pertahanan, gawang mereka memang sudah kebobolan 4 gol. Tapi mereka sudah mencetak 5 gol dalam empat pertandingan. Tiga di antaranya terjadi dalam satu pertandingan, yaitu pertandingan akhir di babak 16 besar, melawan Hungaria. Walaupun belum pernah memenangkan pertandingan dalam 90 menit, namun penampilan tim asuhan Fernando Santos itu semakin membaik dari pertandingan ke pertandingan.

Pertandingan ini akan berlangsung cukup alot. Semoga akan menjadi permainan yang enak ditonton.


Monday, June 27, 2016

Hasil Pertandingan Terakhir 16 Besar: Inggris vs Islandia

Selasa, 28 Juni, 2016

Inggris 1 – 2 Islandia
Wayne Rooney (p) 4’ – Ragnar Sigurdsson 6, Kolbeinn Sigthorsson 18

England: Hart; Walker, Smalling, Cahill, Rose; Dier (Wilshere, 45’), Rooney (Rashford, 86’), Alli; Sturridge, Kane, Sterling (Vardy, 60’)
Iceland: Halldórsson; Sævarsson, Árnason, Ragnar Sigurdsson, Skúlason; Gudmundsson, Gunnarsson, Gylfi Sigurdsson, Birkir Bjarnason; Bödvarsson (Traustason, 89’), Sigthórsson (Elmar Bjarnason, 77’)

Hasil akhir pertandingan Inggris melawan Irlandia sudah ditentukan dalam 20 menit pertama pertandingan. Pertandingan baru berjalan 4 menit, Inggris sudah mendapatkan hadiah penalty. Wayne Rooney sukses mengeksekusi penalty, dan membuat Inggris unggul  1 – 0. Inggris belum selesai merayakan keunggulan mereka, tiba-tiba gol Ragnar Sigurdsson menyamakan kedudukan di menit ke-6! Dan di menit ke-18, akhirnya Islandia malah berbalik unggul 2 – 1 melalui gol Kolbeinn Sigthorsson.
Setelah gol ke dua Islandia, masih begitu banyak peluang tercipta bagi kedua tim, terutama Islandia. Namun kedudukan tidak berubah sampai peluit panjang berbunyi.

Setelah menyingkirkan diri dari Uni Eropa, kini timnas Inggris pun harus tersingkir dari Piala Eropa. Sementara Islandia akan berhadapan dengan Prancis di perempat final. Lucunya, Islandia dan Prancis mengalami cerita yang sama di babak 16 besar: tertinggal lebih dulu di 5 menit pertama, karena sebuah penalty, namun akhirnya memenangkan pertandingan dengan skor 2 – 1.


Dari 6 tim juara grup, 6 tim runners-up grup, dan 4 tim posisi tiga terbaik dari seluruh grup, kini tinggal tersisa 8 tim di babak perempat final.

Portugal menjadi satu-satunya tim posisi tiga yang masih tersisa di babak perempat final. Dua tim posisi tiga lainnya, Albania dan Turki, sudah tersingkir lebih dulu karena tidak termasuk empat terbaik. Tiga tim lainnya, Irlandia Utara, Irlandia, dan Slowakia, sudah kalah dari Wales, Prancis, dan Jerman di babak 16 besar.

Tim runners-up grup yang tersisa di babak perempat final adalah Polandia, Belgia, dan Islandia. Selebihnya, 4/8 alias setengah dari tim yang lolos ke perempat final, adalah tim juara grup, yaitu Italia, Jerman, Prancis, dan Wales.

Grup A dan B masih menyisakan satu tim, yaitu juara grup masing-masing, Prancis dan Wales. Sisanya sudah tersingkir baik di babak penyisihan grup, maupun 16 besar.

Grup C dan E sama-sama masih memiliki juara grup dan runners-up mereka dalam perempat final, yaitu Jerman dan Polandia dari Grup C, dan Italia dan Belgia dari Grup E. Sementara Grup F, yang sama-sama masih menyisakan dua tim, runners-up dan posisi tiga mereka, Islandia dan Portugal, justru sudah kehilangan juara grup mereka, Hungaria, di tangan Belgia.

Yang paling malang adalah jebolan-jebolan Grup C. Tim posisi tiga mereka, Turki, sudah tidak lolos dari awal, karena tidak masuk empat terbaik. Tim juara mereka, Kroasia, kalah tipis 1 - 0 dari Portugal, sementara runners-up mereka, Spanyol, belom-belom sudah harus disingkirkan Italia.

Statistik tim yang lolos ke perempat final:
Juara grup: 4 (Italia, Prancis, Jerman, Wales)
Runners-up: 3 (Belgia, Islandia, Polandia)
Posisi tiga: 1 (Portugal)

Grup A: 1 (Prancis)
Grup B: 1 (Wales)
Grup C: 2 (Jerman, Polandia)
Grup D: 0
Grup E: 2 (Italia, Belgia)
Grup F: 2 (Islandia, Portugal)

Daftar pencetak gol:
3 – Gareth Bale (Wales), Alvaro Morata (Spanyol), Antoine Griezmann (Prancis)
2 – Dimitri Payet (Prancis), Romelu Lukaku (Belgia), Ivan Perisic (Kroasia), Nani, Cristiano Ronaldo (Portugal), Balazs Dzsudzsak (Hungaria), Jakub Blaszczykowski (Polandia), Robbie Brady (Irlandia), Mario Gomez (Jerman), Graziano Pelle (Italia)
1 – Olivier Giroud (Prancis), Nicolai Stanciu, Bogdan Stancu (Rumania), Fabian Schar, Admir Mehmedi, Xherdan Shaqiri (Swiss), Hal Robson-Kanu, Aaron Ramsey, Neil Taylor (Wales), Ondrej Duda, Vladimir Weiss, Marek Hamsik (Slowakia), Eric Dier, James Vardy, Daniel Sturridge, Wayne Rooney (Inggris), Vasili Berezutski, Denis Glushakov (Russia), Luka Modric, Ivan Rakitic, Nikola Kalinic (Kroasia), Arkadiusz Milik (Polandia), Shkodran Mustafi, Bastian Schweinsteiger, Jerome Boateng, Julian Draxler (Jerman), Gerrard Pique, Nolito (Spanyol), Wes Hoolahan (Irlandia), Emanuele Giaccherini, Eder, Giorgio Chiellini (Italia), Adam Szalai, Zoltan Stieber, Zoltan Gera (Hungaria), Birkir Bjarnason, Gylfi Sigurdsson, Jon Dadi Bodvarsson, Arnor Traustason, Kolbeinn Sigthorsson, Ragnar Sigurdsson (Islandia), Gareth McAuley, Niall McGinn (Irlandia Utara), Milan Skoda, Tomas Necid (Rep. Ceko), Axel Witsel, Radja Nainggolan, Toby Alderweireld, Michy Batshuayi, Eden Hazard, Yannick Carrasco (Belgia), Armando Sadiku (Albania), Burak Yilmaz, Ozan Tufan (Turki), Alessandro Schopf (Austria), Ricardo Quaresma (Portugal)

Daftar negara pencetak gol:
8 – Belgia
7 – Wales
6 – Hungaria, Prancis, Jerman, Islandia
5 – Kroasia, Spanyol, Portugal, Italia
4 – Inggris
3 – Slowakia, Polandia, Swiss, Irlandia
2 – Rumania, Russia, Irlandia Utara, Turki, Rep. Ceko
1 – Albania, Swedia, Austria
0 – Ukraina

Jumlah kemasukan gol:
0 – Jerman
1 – Italia, Polandia
2 – Belgia, Swiss, Prancis
3 – Albania, Wales, Swedia, Irlandia Utara
4 – Rumania, Turki, Portugal, Austria, Kroasia, Spanyol, Islandia, Inggris
5 – Ukraina, Rep. Ceko
6 – Russia, Irlandia, Slowakia
8 – Hungaria

Pertandingan Babak 16 Besar: Italia vs Spanyol

Senin, 27 Juni, 2016

Italia 2 – 0 Spanyol
Giorgio Chiellini 33’, Graziano Pelle 91’

Italia: Buffon; Bonucci, Chiellini, Barzagli; De Sciglio, Giaccherini, Parolo, De Rossi (Thiago Motta, 53’), Florenzi (Darmian, 84’); Éder (Insigne, 82’), Pellè

Spanyol: De Gea; Ramos, Piqué, Jordi Alba, Juanfran; Busquets, Iniesta, Fàbregas, David Silva; Morata (Vasquez, 70’), Nolito (Aduriz 45’, Pedro 81’)

Di post kali ini gue bakal nulis agak beda dari sebelumnya. Karena gue cinta mati sama Italia, dan gue seneng banget Italia ternyata bisa menang 2 - 0 dari Spanyol!!

Sebelum pertandingan ini udah nyiap-nyiapin mental aja, kalo sampe kalah. Sepanjang pertandingan juga tegang banget. Sampe sekarang aja, nulis, masih sambil gemeteran. Menegangkan banget pertandingannya!

Pertandingan dimulai di tengah cuaca yang kurang bersahabat. Alias hujan. Tapi Italia tetap bisa bermain dengan rapi dan menguasai pertandingan. Di babak pertama Italia hampir selalu menguasai bola, dan akhirnya Giorgio Chiellini mencetak gol di menit ke-33.

Jangan tanya. Gue teriak-teriaknya udah kaya nonton langsung di stadion. Nggak cuma pas gol, tapi juga tiap hampir terjadi gol!

Di babak ke dua, Spanyol terlihat mulai lebih punya kesempatan untuk menguasai bola. Beberapa kali terjadi peluang yang sangat membahayakan gawang Italia. Tapi, di akhir babak ke dua, justru Italia kembali mencetak gol melalui Graziano Pelle!! Wooooohooo!!!

Oke, Italia lolos ke perempat final. Gue seneng banget. Tapi ujian belum berakhir. Di perempat final nanti Italia akan berhadapan dengan.... Jerman! Another horor! Iya, gue tau sejarah mereka. Tetep aja ngeri.

Btw, sedih juga sih Spanyol harus tersingkir..hiks, hiks... agak nggak rela... Tapi bukan nggak rela Italia menang. Nggak rela kenapa mereka harus ketemu secepet ini aja. Yang penting Italia lolos deh. Forza Italia!!

Daftar pencetak gol:
3 – Gareth Bale (Wales), Alvaro Morata (Spanyol), Antoine Griezmann (Prancis)
2 – Dimitri Payet (Prancis), Romelu Lukaku (Belgia), Ivan Perisic (Kroasia), Nani, Cristiano Ronaldo (Portugal), Balazs Dzsudzsak (Hungaria), Jakub Blaszczykowski (Polandia), Robbie Brady (Irlandia), Mario Gomez (Jerman), Graziano Pelle (Italia)
1 – Olivier Giroud (Prancis), Nicolai Stanciu, Bogdan Stancu (Rumania), Fabian Schar, Admir Mehmedi, Xherdan Shaqiri (Swiss), Hal Robson-Kanu, Aaron Ramsey, Neil Taylor (Wales), Ondrej Duda, Vladimir Weiss, Marek Hamsik (Slowakia), Eric Dier, James Vardy, Daniel Sturridge (Inggris), Vasili Berezutski, Denis Glushakov (Russia), Luka Modric, Ivan Rakitic, Nikola Kalinic (Kroasia), Arkadiusz Milik (Polandia), Shkodran Mustafi, Bastian Schweinsteiger, Jerome Boateng, Julian Draxler (Jerman), Gerrard Pique, Nolito (Spanyol), Wes Hoolahan (Irlandia), Emanuele Giaccherini, Eder, Giorgio Chiellini (Italia), Adam Szalai, Zoltan Stieber, Zoltan Gera (Hungaria), Birkir Bjarnason, Gylfi Sigurdsson, Jon Dadi Bodvarsson, Arnor Traustason (Islandia), Gareth McAuley, Niall McGinn (Irlandia Utara), Milan Skoda, Tomas Necid (Rep. Ceko), Axel Witsel, Radja Nainggolan, Toby Alderweireld, Michy Batshuayi, Eden Hazard, Yannick Carrasco (Belgia), Armando Sadiku (Albania), Burak Yilmaz, Ozan Tufan (Turki), Alessandro Schopf (Austria), Ricardo Quaresma (Portugal)

Daftar negara pencetak gol:
8 – Belgia
7 – Wales
6 – Hungaria, Prancis, Jerman
5 – Kroasia, Spanyol, Portugal, Italia
4 – Islandia
3 – Inggris, Slowakia, Polandia, Swiss, Irlandia
2 – Rumania, Russia, Irlandia Utara, Turki, Rep. Ceko
1 – Albania, Swedia, Austria
0 – Ukraina

Jumlah kemasukan gol:
0 – Jerman
1 – Italia, Polandia
2 – Inggris, Belgia, Swiss, Prancis
3 – Albania, Wales, Islandia, Swedia, Irlandia Utara
4 – Rumania, Turki, Portugal, Austria, Kroasia, Spanyol
5 – Ukraina, Rep. Ceko
6 – Russia, Irlandia, Slowakia
8 – Hungaria

Babak 16 Besar: Inggris vs Islandia

Senin, 27 Juni, 2016

INGGRIS vs ISLANDIA

Pertandingan antara dua runners-up, Inggris dan Irlandia, akan menjadi pertandingan penutup babak 16 besar.

Inggris hampir saja lolos sebagai juara Grup B. Setelah main imbang 1 - 1 lawan Russia dan menang 2 - 1 lawan Wales, sebenarnya mereka sempat menjadi juara grup sementara, dengan perolehan 4 poin. Sementara Wales, yang menang lawan Slowakia di pertandingan pertama namun kalah oleh Inggris di pertandingan ke dua, menempati posisi runners-up dengan perolehan 3 poin.

Namun, di pertandingan penentu babak penyisihan grup, Wales justru menang atas Russia, sementara Inggris ditahan imbang Slowakia. Akhirnya Wales lah yang lolos sebagai juara grup dengan 6 poin, dan Inggris harus puas berada di posisi runners-up dengan 5 poin.

Sementara Islandia, tim yang tidak terlalu diunggulkan, lolos dari babak penyisihan Grup F sebagai runners-up, setelah sukses memenangkan laga terakhirnya melawan Austria. Sebelumnya, Islandia mengumpulkan poin yang sama dengan Portugal yaitu 2 poin, setelah bermain imbang dalam dua pertandingan berturut-turut, termasuk pertandingan saat keduanya bermain imbang.

Bagi tim yang tidak diunggulkan, hasil imbang saat berhadapan dengan Portugal sudah dianggap prestasi Islandia, bagi penonton dan penggemar bola.

Sebagai tim yang tidak terlalu diunggulkan, Islandia akan bermain tanpa beban. Sementara Inggris tidak boleh meremehkan Islandia begitu saja. Bagaimanapun, Islandia adalah tim kuda hitam yang sudah berhasil menahan imbang Portugal.

Pemain bertahan lapis dua Islandia, Hordur Magnusson

INGGRIS:
Pelatih: Roy Hodgson

Penjaga gawang:
Joe Hart (1), 29 tahun, klub: Manchester City
Fraser Forster (13), 28 tahun, klub: Southampton
Tom Heaton (23), 30 tahun, klub: Burnley

Belakang:
Kyle Walker (2), 26 tahun, klub: Tottenham
Danny Rose (3), 25 tahun, klub: Tottenham
Gary Cahill (5), 30 tahun, klub: Chelsea
Chris Smalling (6), 26 tahun, klub: Manchester United
Nathaniel Clyne (12), 25 tahun, klub: Liverpool
John Stones (16), 22 tahun, klub: Everton
Ryan Bertrand (21), 26 tahun, klub: Southampton

Tengah:
James Milner (4), 30 tahun, klub: Liverpool
Raheem Sterling (7), 21 tahun, klub: Manchester City
Adam Lallana (8), 28 tahun, klub: Liverpool
Jordan Henderson (14), 26 tahun, klub: Liverpool
Eric Dier (17), 22 tahun, klub: Tottenham
Jack Wilshere (18), 24 tahun, klub: Arsenal
Ross Barkley (19), 22 tahun, klub: Everton
Dele Alli (20), 20 tahun, klub: Tottenham

Depan:
Harry Kane (9), 22 tahun, klub: Tottenham
Wayne Rooney (10), 30 tahun, klub: Manchester United
Jamie Vardy (11), 29 tahun, klub: Leicester
Daniel Sturridge (15), 26 tahun, klub: Liverpool
Marcus Rashford (22), 18 tahun, klub: Manchester United

:
ISLANDIA:
Pelatih: Lars Lagerbäck dan Heimir Hallgrímsson

Penjaga gawang:
Hannes Halldórsson (1), 32 tahun, klub: Bodø/Glimt
Ögmundur Kristinsson (12), 27 tahun, klub: Hammarby
Ingvar Jónsson (13), 26 tahun, klub: Sandefjord

Belakang:
Birkir Sævarsson (2), 31 tahun, klub: Hammarby
Haukur Heidar Hauksson (3), 24 tahun, klub: AIK
Hjörtur Hermannsson (4), 21 tahun, klub: Göteborg
Sverrir Ingason (5), 22 tahun, klub: Lokeren
Ragnar Sigurdsson (6), 30 tahun, klub: Krasnodar
Elmar Bjarnason (18), 29 tahun, klub: AGF
Hordur Magnússon (19), 23 tahun, klub: Cesena
Arnor Ingvi Traustason (21), 23 tahun, klub: Norrköping
Ari Skúlason (23), 29 tahun, klub: OB

Tengah:
Birkir Bjarnason (8), 28 tahun, klub: Basel
Gylfi Sigurdsson (10), 26 tahun, klub: Swansea
Kári Árnason (14), 33 tahun, klub: Malmö
Rúnar Már Sigurjónsson (16), 26 tahun, klub: Sundsvall
Aron Gunnarsson (17), 27 tahun, klub: Cardiff
Emil Hallfredsson (20), 31 tahun, klub: Udinese

Depan:
Johann Gudmundsson (7), 25 tahun, klub: Charlton
Kolbeinn Sigthórsson (9), 26 tahun, klub: Nantes
Alfred Finnbogason (11), 27 tahun, klub: Augsburg
Jón Dadi Bödvarsson (15), 24 tahun, klub: Kaiserslautern
Eidur Gudjohnsen (22), 37 tahun, klub: Molde

Babak 16 Besar: Italia vs Spanyol

Senin, 27 Juni, 2016

ITALIA vs SPANYOL

Sangat disayangkan, dua tim unggulan, Italia dan Spanyol, harus bertemu terlalu cepat, yaitu di babak 16 besar. Seandainya saja Spanyol berhasil lolos sebagai juara Grup D, final Italia - Spanyol bisa saja terulang.

Spanyol lolos ke babak 16 besar sebagai runners-up, setelah kalah dari Kroasia dalam pertandingan penentu. Di pertandingan pertama, mereka menang tipis atas Rep. Ceko dengan skor tipis 1 - 0. Namun di pertandingan ke dua, mereka sukses menghajar Turki tiga gol tanpa balas. Sementara, Kroasia yang juga menang tipis 1 - 0 di pertandingan pertama mereka melawan Turki, justru ditahan imbang 2 - 2 oleh Rep Ceko di pertandingan ke dua. Hasil itu membuat Spanyol sempat menjadi juara grup sementara. Namun, di pertandingan terakhir, secara mengejutkan, Spanyol dikalahkan oleh Kroasia dengan skor 1 - 2, sehingga akhirnya Kroasia lah yang lolos sebagai juara grup dengan perolehan nilai 7 poin, sementara Spanyol harus puas menjadi runners-up grup dengan perolehan 6 poin.

Sama halnya dengan Spanyol, Italia juga kalah pada pertandingan terakhir. Bedanya, pertandingan itu bukan pertandingan penentu bagi mereka. Italia sudah lebih dulu mengamankan posisi mereka sebagai juara grup, sejak pertandingan ke dua. Karena itu, di pertandingan terakhir, Italia punya kesempatan untuk mengistirahatkan para pemain utamanya, sekaligus menguji para pemain lapis dua mereka. Ini menjadi keunggulan mereka dibandingkan Spanyol, dari segi stamina.

Dalam lima kali pertandingan dalam lima tahun terakhir, Italia belum pernah sekalipun mengalahkan Spanyol. Tahun ini kedua tim sempat bertemu di pertandingan persahabatan yang berakhir imbang 1 - 1. Dua tahun lalu, mereka juga bertemu di pertandingan persahabatan yang dimenangkan Spanyol 1 - 0. Tahun 2013, mereka bermain imbang tanpa gol saat bertemu di Piala Konfederasi.

Namun yang paling penting adalah Piala Eropa tahun 2012. Dalam turnamen 4 tahun yang lalu, Spanyol dan Italia berada dalam satu grup, yang uniknya, bersama dua tim yang sama-sama mengalahkan mereka di tahun ini, yaitu Irlandia dan Spanyol. Saat itu mereka bermain imbang di babak penyisihan grup, dan sama-sama lolos ke babak perempat final (sistemnya berbeda dengan tahun ini). Spanyol lolos sebagai juara grup, Italia sebagai runners-up. Setelah melalui babak-babak perempat final dan semi final, akhirnya mereka kembali bertemu di final. Apa yang terjadi di final? Spanyol membantai Italia 4 - 0!

Terakhir kalinya Italia menang melawan Spanyol adalah di sebuah pertandingan persahabatan di tahun 2011. Italia menang tipis 2 - 1. Terakhir kalinya Italia mengalahkan Spanyol di turnamen besar adalah pada perempat final Piala Dunia tahun 1994.

Rekor yang buruk bagi Italia, dan sangat bagus bagi Spanyol. Akankah Italia memperbaiki rekor pertemuan mereka dengan Spanyol? Apakah Italia masih trauma dengan kekalahan telak empat tahun lalu?

Squad kedua tim:

ITALIA:
Pelatih: Antonio Conte

Penjaga gawang:
Gianluigi Buffon (1), 38 tahun, klub: Juventus
Salvatore Sirigu (12), 29 tahun, klub: PSG
Federico Marchetti (13), 33 tahun, klub: Lazio

Belakang:
Mattia De Sciglio (2), 23 tahun, klub: AC Milan
Giorgio Chiellini (3), 31 tahun, klub: Juventus
Matteo Darmian (4), 26 tahun, klub: Manchester United
Angelo Ogbonna (5), 28 tahun, klub: West Ham
Andrea Barzagli (15), 35 tahun, klub: Juventus
Leonardo Bonucci (19), 29 tahun, klub: Juventus

Tengah:
Antonio Candreva (6), 29 tahun, klub: Lazio
Alessandro Florenzi (8), 25 tahun, klub: Roma
Thiago Motta (10), 33 tahun, klub: PSG
Stefano Sturaro (14), 23 tahun, klub: Juventus
Daniele De Rossi (16), 32 tahun, klub: Roma
Marco Parolo (18), 31 tahun, klub: Lazio
Federico Bernardeschi (21), 22 tahun, klub: Fiorentina
Emanuele Giaccherini (23), 31 tahun, klub: Bologna

Depan:
Simone Zaza (7), 25 tahun, klub: Juventus
Graziano Pellè (9), 30 tahun, klub: Southampton
Ciro Immobile (11), 26 tahun, klub: Torino
Éder (17), 29 tahun, klub: Internazionale
Lorenzo Insigne (20), 25 tahun, klub: Napoli
Stephan El Shaarawy (22), 23 tahun, klub: Roma

:
SPANYOL:
Pelatih: Vincente Del Bosque

Penjaga gawang:
Iker Casillas (1), 35 tahun, klub: Porto
David de Gea (13), 25 tahun, klub: Manchester United
Sergio Rico (23), 22 tahun, klub: Sevilla

Belakang:
César Azpilicueta (2), 26 tahun, klub: Chelsea
Gerard Piqué (3), 29 tahun, klub: Barcelona
Marc Bartra (4), 25 tahun, klub: Barcelona
Héctor Bellerín (12), 21 tahun, klub: Arsenal
Sergio Ramos (15), 30 tahun, klub: Real Madrid
Juanfran (16), 31 tahun, klub: Atlético Madrid
Mikel San José (17), 27 tahun, klub: Athletic Bilbao
Jordi Alba (18), 27 tahun, klub: Barcelona

Tengah:
Sergio Busquets (5), 27 tahun, klub: Barcelona
Andrés Iniesta (6), 32 tahun, klub: Barcelona
Koke (8), 24 tahu, klub: Atlético Madrid
Cesc Fàbregas (10), 29 tahun, klub: Chelsea
Thiago Alcántara (14), 25 tahun, klub: Bayern Muenchen
Bruno Soriano (19), 32 tahun, klub: Villarreal
David Silva (21), 30 tahun, klub: Manchester City

Depan:
Álvaro Morata (7), 23 tahun, klub: Juventus
Lucas Vázquez (9), 24 tahun, klub: Real Madrid
Pedro Rodríguez, (11), 28 tahun, klub: Chelsea
Aritz Aduriz (20), 35 tahun, klub: Athletic Bilbao

Nolito (22), 29 tahun, klub: Celta Vigo