Showing posts with label spanyol. Show all posts
Showing posts with label spanyol. Show all posts

Monday, June 27, 2016

Pertandingan Babak 16 Besar: Italia vs Spanyol

Senin, 27 Juni, 2016

Italia 2 – 0 Spanyol
Giorgio Chiellini 33’, Graziano Pelle 91’

Italia: Buffon; Bonucci, Chiellini, Barzagli; De Sciglio, Giaccherini, Parolo, De Rossi (Thiago Motta, 53’), Florenzi (Darmian, 84’); Éder (Insigne, 82’), Pellè

Spanyol: De Gea; Ramos, Piqué, Jordi Alba, Juanfran; Busquets, Iniesta, Fàbregas, David Silva; Morata (Vasquez, 70’), Nolito (Aduriz 45’, Pedro 81’)

Di post kali ini gue bakal nulis agak beda dari sebelumnya. Karena gue cinta mati sama Italia, dan gue seneng banget Italia ternyata bisa menang 2 - 0 dari Spanyol!!

Sebelum pertandingan ini udah nyiap-nyiapin mental aja, kalo sampe kalah. Sepanjang pertandingan juga tegang banget. Sampe sekarang aja, nulis, masih sambil gemeteran. Menegangkan banget pertandingannya!

Pertandingan dimulai di tengah cuaca yang kurang bersahabat. Alias hujan. Tapi Italia tetap bisa bermain dengan rapi dan menguasai pertandingan. Di babak pertama Italia hampir selalu menguasai bola, dan akhirnya Giorgio Chiellini mencetak gol di menit ke-33.

Jangan tanya. Gue teriak-teriaknya udah kaya nonton langsung di stadion. Nggak cuma pas gol, tapi juga tiap hampir terjadi gol!

Di babak ke dua, Spanyol terlihat mulai lebih punya kesempatan untuk menguasai bola. Beberapa kali terjadi peluang yang sangat membahayakan gawang Italia. Tapi, di akhir babak ke dua, justru Italia kembali mencetak gol melalui Graziano Pelle!! Wooooohooo!!!

Oke, Italia lolos ke perempat final. Gue seneng banget. Tapi ujian belum berakhir. Di perempat final nanti Italia akan berhadapan dengan.... Jerman! Another horor! Iya, gue tau sejarah mereka. Tetep aja ngeri.

Btw, sedih juga sih Spanyol harus tersingkir..hiks, hiks... agak nggak rela... Tapi bukan nggak rela Italia menang. Nggak rela kenapa mereka harus ketemu secepet ini aja. Yang penting Italia lolos deh. Forza Italia!!

Daftar pencetak gol:
3 – Gareth Bale (Wales), Alvaro Morata (Spanyol), Antoine Griezmann (Prancis)
2 – Dimitri Payet (Prancis), Romelu Lukaku (Belgia), Ivan Perisic (Kroasia), Nani, Cristiano Ronaldo (Portugal), Balazs Dzsudzsak (Hungaria), Jakub Blaszczykowski (Polandia), Robbie Brady (Irlandia), Mario Gomez (Jerman), Graziano Pelle (Italia)
1 – Olivier Giroud (Prancis), Nicolai Stanciu, Bogdan Stancu (Rumania), Fabian Schar, Admir Mehmedi, Xherdan Shaqiri (Swiss), Hal Robson-Kanu, Aaron Ramsey, Neil Taylor (Wales), Ondrej Duda, Vladimir Weiss, Marek Hamsik (Slowakia), Eric Dier, James Vardy, Daniel Sturridge (Inggris), Vasili Berezutski, Denis Glushakov (Russia), Luka Modric, Ivan Rakitic, Nikola Kalinic (Kroasia), Arkadiusz Milik (Polandia), Shkodran Mustafi, Bastian Schweinsteiger, Jerome Boateng, Julian Draxler (Jerman), Gerrard Pique, Nolito (Spanyol), Wes Hoolahan (Irlandia), Emanuele Giaccherini, Eder, Giorgio Chiellini (Italia), Adam Szalai, Zoltan Stieber, Zoltan Gera (Hungaria), Birkir Bjarnason, Gylfi Sigurdsson, Jon Dadi Bodvarsson, Arnor Traustason (Islandia), Gareth McAuley, Niall McGinn (Irlandia Utara), Milan Skoda, Tomas Necid (Rep. Ceko), Axel Witsel, Radja Nainggolan, Toby Alderweireld, Michy Batshuayi, Eden Hazard, Yannick Carrasco (Belgia), Armando Sadiku (Albania), Burak Yilmaz, Ozan Tufan (Turki), Alessandro Schopf (Austria), Ricardo Quaresma (Portugal)

Daftar negara pencetak gol:
8 – Belgia
7 – Wales
6 – Hungaria, Prancis, Jerman
5 – Kroasia, Spanyol, Portugal, Italia
4 – Islandia
3 – Inggris, Slowakia, Polandia, Swiss, Irlandia
2 – Rumania, Russia, Irlandia Utara, Turki, Rep. Ceko
1 – Albania, Swedia, Austria
0 – Ukraina

Jumlah kemasukan gol:
0 – Jerman
1 – Italia, Polandia
2 – Inggris, Belgia, Swiss, Prancis
3 – Albania, Wales, Islandia, Swedia, Irlandia Utara
4 – Rumania, Turki, Portugal, Austria, Kroasia, Spanyol
5 – Ukraina, Rep. Ceko
6 – Russia, Irlandia, Slowakia
8 – Hungaria

Babak 16 Besar: Italia vs Spanyol

Senin, 27 Juni, 2016

ITALIA vs SPANYOL

Sangat disayangkan, dua tim unggulan, Italia dan Spanyol, harus bertemu terlalu cepat, yaitu di babak 16 besar. Seandainya saja Spanyol berhasil lolos sebagai juara Grup D, final Italia - Spanyol bisa saja terulang.

Spanyol lolos ke babak 16 besar sebagai runners-up, setelah kalah dari Kroasia dalam pertandingan penentu. Di pertandingan pertama, mereka menang tipis atas Rep. Ceko dengan skor tipis 1 - 0. Namun di pertandingan ke dua, mereka sukses menghajar Turki tiga gol tanpa balas. Sementara, Kroasia yang juga menang tipis 1 - 0 di pertandingan pertama mereka melawan Turki, justru ditahan imbang 2 - 2 oleh Rep Ceko di pertandingan ke dua. Hasil itu membuat Spanyol sempat menjadi juara grup sementara. Namun, di pertandingan terakhir, secara mengejutkan, Spanyol dikalahkan oleh Kroasia dengan skor 1 - 2, sehingga akhirnya Kroasia lah yang lolos sebagai juara grup dengan perolehan nilai 7 poin, sementara Spanyol harus puas menjadi runners-up grup dengan perolehan 6 poin.

Sama halnya dengan Spanyol, Italia juga kalah pada pertandingan terakhir. Bedanya, pertandingan itu bukan pertandingan penentu bagi mereka. Italia sudah lebih dulu mengamankan posisi mereka sebagai juara grup, sejak pertandingan ke dua. Karena itu, di pertandingan terakhir, Italia punya kesempatan untuk mengistirahatkan para pemain utamanya, sekaligus menguji para pemain lapis dua mereka. Ini menjadi keunggulan mereka dibandingkan Spanyol, dari segi stamina.

Dalam lima kali pertandingan dalam lima tahun terakhir, Italia belum pernah sekalipun mengalahkan Spanyol. Tahun ini kedua tim sempat bertemu di pertandingan persahabatan yang berakhir imbang 1 - 1. Dua tahun lalu, mereka juga bertemu di pertandingan persahabatan yang dimenangkan Spanyol 1 - 0. Tahun 2013, mereka bermain imbang tanpa gol saat bertemu di Piala Konfederasi.

Namun yang paling penting adalah Piala Eropa tahun 2012. Dalam turnamen 4 tahun yang lalu, Spanyol dan Italia berada dalam satu grup, yang uniknya, bersama dua tim yang sama-sama mengalahkan mereka di tahun ini, yaitu Irlandia dan Spanyol. Saat itu mereka bermain imbang di babak penyisihan grup, dan sama-sama lolos ke babak perempat final (sistemnya berbeda dengan tahun ini). Spanyol lolos sebagai juara grup, Italia sebagai runners-up. Setelah melalui babak-babak perempat final dan semi final, akhirnya mereka kembali bertemu di final. Apa yang terjadi di final? Spanyol membantai Italia 4 - 0!

Terakhir kalinya Italia menang melawan Spanyol adalah di sebuah pertandingan persahabatan di tahun 2011. Italia menang tipis 2 - 1. Terakhir kalinya Italia mengalahkan Spanyol di turnamen besar adalah pada perempat final Piala Dunia tahun 1994.

Rekor yang buruk bagi Italia, dan sangat bagus bagi Spanyol. Akankah Italia memperbaiki rekor pertemuan mereka dengan Spanyol? Apakah Italia masih trauma dengan kekalahan telak empat tahun lalu?

Squad kedua tim:

ITALIA:
Pelatih: Antonio Conte

Penjaga gawang:
Gianluigi Buffon (1), 38 tahun, klub: Juventus
Salvatore Sirigu (12), 29 tahun, klub: PSG
Federico Marchetti (13), 33 tahun, klub: Lazio

Belakang:
Mattia De Sciglio (2), 23 tahun, klub: AC Milan
Giorgio Chiellini (3), 31 tahun, klub: Juventus
Matteo Darmian (4), 26 tahun, klub: Manchester United
Angelo Ogbonna (5), 28 tahun, klub: West Ham
Andrea Barzagli (15), 35 tahun, klub: Juventus
Leonardo Bonucci (19), 29 tahun, klub: Juventus

Tengah:
Antonio Candreva (6), 29 tahun, klub: Lazio
Alessandro Florenzi (8), 25 tahun, klub: Roma
Thiago Motta (10), 33 tahun, klub: PSG
Stefano Sturaro (14), 23 tahun, klub: Juventus
Daniele De Rossi (16), 32 tahun, klub: Roma
Marco Parolo (18), 31 tahun, klub: Lazio
Federico Bernardeschi (21), 22 tahun, klub: Fiorentina
Emanuele Giaccherini (23), 31 tahun, klub: Bologna

Depan:
Simone Zaza (7), 25 tahun, klub: Juventus
Graziano Pellè (9), 30 tahun, klub: Southampton
Ciro Immobile (11), 26 tahun, klub: Torino
Éder (17), 29 tahun, klub: Internazionale
Lorenzo Insigne (20), 25 tahun, klub: Napoli
Stephan El Shaarawy (22), 23 tahun, klub: Roma

:
SPANYOL:
Pelatih: Vincente Del Bosque

Penjaga gawang:
Iker Casillas (1), 35 tahun, klub: Porto
David de Gea (13), 25 tahun, klub: Manchester United
Sergio Rico (23), 22 tahun, klub: Sevilla

Belakang:
César Azpilicueta (2), 26 tahun, klub: Chelsea
Gerard Piqué (3), 29 tahun, klub: Barcelona
Marc Bartra (4), 25 tahun, klub: Barcelona
Héctor Bellerín (12), 21 tahun, klub: Arsenal
Sergio Ramos (15), 30 tahun, klub: Real Madrid
Juanfran (16), 31 tahun, klub: Atlético Madrid
Mikel San José (17), 27 tahun, klub: Athletic Bilbao
Jordi Alba (18), 27 tahun, klub: Barcelona

Tengah:
Sergio Busquets (5), 27 tahun, klub: Barcelona
Andrés Iniesta (6), 32 tahun, klub: Barcelona
Koke (8), 24 tahu, klub: Atlético Madrid
Cesc Fàbregas (10), 29 tahun, klub: Chelsea
Thiago Alcántara (14), 25 tahun, klub: Bayern Muenchen
Bruno Soriano (19), 32 tahun, klub: Villarreal
David Silva (21), 30 tahun, klub: Manchester City

Depan:
Álvaro Morata (7), 23 tahun, klub: Juventus
Lucas Vázquez (9), 24 tahun, klub: Real Madrid
Pedro Rodríguez, (11), 28 tahun, klub: Chelsea
Aritz Aduriz (20), 35 tahun, klub: Athletic Bilbao

Nolito (22), 29 tahun, klub: Celta Vigo

Tuesday, June 21, 2016

Hasil Pertandingan-pertandingan Penentuan di Grup D

Rabu, 22 Juni, 2016


Spanyol 1 – 2 Kroasia
Alvaro Morata 7’ – Nikola Kalinic 45’, Ivan Perisic 87’

Spanyol: De Gea; Piqué, Ramos, Juanfran, Jordi Alba; Iniesta, Fàbregas (Alcantara, 84’), David Silva, Busquets; Morata (Aduriz, 66’), Nolito (Soriano, 60’)
Kroasia: Subasic; Vrsaljko, Corluka, Jedvaj, Srna; Perisic (Kramaric, 94’), Rakitic, Rog (Kovacic, 82’), Badelj; Nikola Kalinic, Pjaca (Cop, 92’)

Meski tanpa diperkuat Luka Modric, Kroasia tampil dengan gemilang saat menghadapi unggulan Piala Eropa 2016, Spanyol.

Pertandingan antara Spanyol dan Kroasia berlangsung dengan sangat menarik. Kedua tim bermain cantik, saling menyerang dengan sama agresifnya. Baik Spanyol maupun Kroasia beberapa kali menciptakan peluang. Babak pertama baru berjalan 7 menit, saat kerjasama yang cantik khas tiki-taka Spanyol menghasilkan sebuah gol dari Alvaro Morata, melalui assist dari Cesc Fabregas. Gol itu sekaligus membuat Morata menemani Gareth Bale di posisi puncak daftar pencetak gol sementara, dengan tiga gol.

Alvaro Morata menyusul Gareth Bale mencetak tiga gol di Piala Eropa 2016

Spanyol hampir saja menutup babak pertama dengan keunggulan 1 – 0. Namun, di menit-menit akhir babak pertama, sebuah gol cantik dicetak Nikola Kalinic, yang menyambut umpan Ivan Perisic, dan membelokkan arah bola dengan telapak kakinya. Gol itu membuat Kalinic menjadi pemain pertama yang membobol gawang Spanyol sepanjang Piala Eropa 2016. Babak pertama berakhir dengan skor 1 – 1.

Gol cantik Nikola Kalinic

Di babak ke dua, Spanyol dan Kroasia seolah belom kehabisan stamina. Tempo permainan sama sekali tidak berkurang. Bahkan permainan menjadi semakin agresif. Di menit ke-70, Spanyol mendapatkan penalty, yang sayangnya gagal dieksekusi Sergio Ramos. Justru di menit ke-87, setelah mematahkan serangan Spanyol, Kroasia balik melancarkan serangan maut yang berbuah gol ke dua, yang dicetak oleh Ivan Perisic.

Ivan Perisic dikenai kartu kuning karena membuka baju setelah mencetak gol ke gawang DeGea

Pertandingan berakhir dengan skor 2 – 1 untuk kemenangan Kroasia. Dengan hasil ini, Kroasia lah yang lolos sebagai juara grup, dan Spanyol lolos sebagai runners-up. Artinya, di babak 16 besar nanti, Spanyol akan langsung berhadapan dengan juara Grup E, Italia!!

:

Turki 2 – 0 Rep Ceko
Burak Yilmaz 10’, Ozan Tufan 65’

Turki: Babacan; Balta, Koybasi, Gonul; Topal, Turan, Tufan, Inan, Sen (Ozyakup, 60’); Yilmaz (Tosun, 90’), Mor (Sahan, 70’)
Rep. Ceko: Cech; Hubnik, Sivok, Kaderabek; Pudil, Darida, Plasil (Kolar, 90’), Pavelka (Skoda, 57’), Krejci; Dockal (Sural, 71’), Necid

Sementara itu, di pertandingan lain, Turki sang juru kunci, yang baru saja dibantai Spanyol di pertandingan sebelumnya, dan belum pernah mencetak gol sebelumnya, secara mengejutkan mengalahkan Rep. Ceko dengan dua gol tanpa balas!

Gol pertama Turki bahkan terjadi di awal pertandingan, yakni di menit ke-10 melalui Burak Yilmaz. Di babak ke dua, Turki memperbesar keunggulannya menjadi 2 – 0 melalui gol Ozan Tufan.

Turki yang sebelumnya dibantai Spanyol dengan skor telak 3 – 0, memang memiliki PR yang berat untuk mengejar ketinggalan selisih gol. Namun, dengan hasil kemenangan 2 – 0 ini, dengan selisih gol yang sama-sama -2 seperti Albania, Turki masih berada di atas Albania karena mencetak lebih banyak gol.

Kemenangan Turki atas Rep. Ceko ini juga sekaligus memastikan Irlandia Utara lolos ke babak 16 besar, menemani posisi tiga lainnya, Slowakia.


Klasemen akhir Grup D

Daftar pencetak gol:
3 – Gareth Bale (Wales), Alvaro Morata (Spanyol)
2 – Dimitri Payet (Prancis), Romelu Lukaku (Belgia), Ivan Perisic (Kroasia)
1 – Olivier Giroud, Antoine Griezmann (Prancis), Nicolai Stanciu, Bogdan Stancu (Rumania), Fabian Schar, Admir Mehmedi (Swiss), Hal Robson-Kanu, Aaron Ramsey, Neil Taylor (Wales), Ondrej Duda, Vladimir Weiss, Marek Hamsik (Slowakia), Eric Dier, James Vardy, Daniel Sturridge (Inggris), Vasili Berezutski, Denis Glushakov (Russia), Luka Modric, Ivan Rakitic, Nikola Kalinic (Kroasia), Arkadiusz Milik, Jakub Blaszczykowski (Polandia), Shkodran Mustafi, Bastian Schweinsteiger, Mario Gomez (Jerman), Gerrard Pique, Nolito (Spanyol), Wes Hoolahan (Irlandia), Emanuele Giaccherini, Graziano Pelle, Eder (Italia), Adam Szalai, Zoltan Stieber (Hungaria), Nani (Portugal), Birkir Bjarnason, Gylfi Sigurdsson (Islandia), Gareth McAuley, Niall McGinn (Irlandia Utara), Milan Skoda, Tomas Necid (Rep. Ceko), Axel Witsel (Belgia), Armando Sadiku (Albania), Burak Yilmaz, Ozan Tufan (Turki)

Friday, June 17, 2016

Hasil Pertandingan Grup D: Spanyol vs Turki

Sabtu, 18 Juni, 2016

Spanyol 3 – 0 Turki
Alvaro Morata 34’, 48’, Nolito 37’

Spanyol: De Gea; Pique, Ramos, Juanfran, Jordi Alba (Azpilicueta, 81’); Busquets, Iniesta, Fabregas (Koke, 71’), Silva (Soriano, 64’); Morata, Nolito

Turki: Babacan; Erkin, Balta, Gonul; Topal, Ozyakup (Sahan, 62’), Inan (Malli, 70’), Tufan, Calhanoglu (Sahin, 46’); Yilmaz, Turan

Juara bertahan 2 Piala Eropa berturut-turut, Spanyol kembali menunjukkan keganasannya saat membantai Turki dengan tiga gol tanpa balas.

Setelah sempat dikritik karena tidak berbuat banyak pada pertandingan melawan Rep Ceko, penyerang muda Spanyol, Nolito membuktikan kepercayaan Del Bosque, saat timnya berhadapan dengan Turki di babak penyisihan grup D. Umpannya di menit ke-34 membuahkan gol yang dicetak oleh Alvaro Morata, membawa Spanyol unggul 1 – 0. Tiga menit kemudian, ia sendiri mencetak gol setelah menerima umpan dari Cesc Fabregas, menambah keunggulan Spanyol menjadi 2 – 0.

Gol Alvaro Morata dari umpan Nolito

Gol ke dua Spanyol yang menjadi pembuktian Nolito pada publik Spanyol

Spanyol tidak mengurangi tempo serangan mereka. Babak ke dua baru berjalan tiga menit saat Alvaro Morata kembali mencetak gol, kali itu dari umpan Jordi Alba. Ketinggalan tiga gol tidak membuat Turki patah semangat. Tim asuhan Fatih Terim itu masih memberikan perlawanan sengit dan sempat mengancam gawang David De Gea. Namun apa daya, serangan-serangan itu masih bisa dipatahkan oleh barisan pertahanan Spanyol yang kokoh. Skor 3 - 0 bertahan sampai akhir pertandingan.

Gol ke tiga yang kembali dicetak Morata

Hasil ini memastikan Spanyol lolos ke babak 16 besar, sekaligus menjadikan Turki juru kunci sementara di grup D. Namun Turki masih punya peluang lolos, bila bisa mengalahkan Rep. Ceko di pertandingan terakhir, dengan catatan mereka masuk ke dalam empat terbaik dari enam tim posisi ke tiga.


Daftar pencetak gol:
2 – Dimitri Payet (Prancis), Gareth Bale (Wales), Alvaro Morata (Spanyol)
1 – Olivier Giroud, Antoine Griezmann (Prancis), Nicolai Stanciu, Bogdan Stancu (Rumania), Fabian Schar, Admir Mehmedi (Swiss), Hal Robson-Kanu (Wales), Ondrej Duda, Vladimir Weiss, Marek Hamsik (Slowakia), Eric Dier, James Vardy, Daniel Sturridge (Inggris), Vasili Berezutski, Denis Glushakov (Russia), Luka Modric, Ivan Perisic, Ivan Rakitic (Kroasia), Arkadiusz Milik (Polandia), Shkodran Mustafi, Bastian Schweinsteiger (Jerman), Gerrard Pique, Nolito (Spanyol), Wes Hoolahan (Irlandia), Emanuele Giaccherini, Graziano Pelle, Eder (Italia), Adam Szalai, Zoltan Stieber (Hungaria), Nani (Portugal), Birkir Bjarnason (Islandia), Gareth McAuley, Niall McGinn (Irlandia Utara), Milan Skoda, Tomas Necid (Rep. Ceko)

Monday, June 13, 2016

Hasil Pertandingan Pertama Grup C dan Grup D

Senin, 13 Juni, 2016

Grup D
Kroasia 1 – 0 Turki
Luca Modric 41’
Kroasia:  Subasic; Vida, Corluka, Strinic, Srna; Rakitic (Schildenfeld, 90’), Badelj, Modric; Mandzukic (Pjaca, 93’), Perisic (Kramaric, 87’), Brozovic
Turki: Babacan; Balta, Topal, Inan, Erkin; Gonul, Ozyakup (Sen, 45’), Tufan, Turan (Yilmaz, 65’); Calhanoglu, Tosun (Mor, 69’)
Pertandingan pertama di grup D adalah Kroasia berhadapan dengan Turki. Satu-satunya gol dicetak oleh Luca Modric pada menit ke-41, yang membawa Kroasia unggul 1 – 0 dan berhasil mengantungi nilai penuh di pertandingan pertama mereka.

Grup C
Polandia 1 – 0 Irlandia Utara
Arkadiusz Milik 51’
Polandia: Szczesny; Pazdan, Glik, Jedrzejczyk, Piszczek; Maczynski (Jodlowiec, 78’), Krychowiak, Kapustka (Peszko, 88’); Blaszczykowski (Grosicki, 80’), Lewandowski, Milik
Irlandia Utara: McGovern; McAuley, Evans, Cathcart, Norwood; McNair (Dallas, 45’), Baird (Ward, 76’), Ferguson (Washington, 66’), McLaughlin; Lafferty, Davis
Pertandingan lain yang berakhir dengan skor 1 – 0 terjadi di grup C saat Polandia berhadapan dengan Irlandia Utara. Setelah bermain imbang tanpa gol di babak pertama, di awal babak ke-2 Polandia mengungguli Irlandia Utara melalui gol Arkadiusz Milik di menit ke-51. Keunggulan dengan skor tipis 1 – 0 bertahan sampai akhir pertandingan.

Grup C
Jerman 2 – 0 Ukraina
Shkodran Mustafi 19’, Bastian Schweinsteiger 92’
Jerman: Neuer; Mustafi, Boateng, Hector, Howedes; Ozil, Kroos, Khedira; Gotze (Schweinsteiger, 90’), Draxler (Schurrle, 78’), Muller
Ukraina: Pyatov; Rakitskiy, Khacheridi, Shevchuk, Fedetskyy; Kovalenko (Zinchencko, 73’), Stepanenko, Sydorchuk; Zozulya (Seleznyov, 66’), Konoplyanka, Yarmolenko
Sementara itu di Grup C, juara dunia Jerman tampil meyakinkan di pertandingan perdana mereka melawan Ukraina. Tim Panzer membuktikan ketangguhan mereka dengan melibas Ukraina dengan skor 2 – 0. Gol pertama dicetak oleh Shkodran Mustafi di menit ke-19. Menjelang akhir pertandingan, Jerman memantapkan keunggulan mereka melalui gol Bastian Schweinsteiger di menit ke-92. Schweinsteiger masuk di menit ke-90 menggantikan Mario Gotze. Dengan kemenangan ini, Jerman menduduki posisi pertama di klasemen sementara Grup C.

Grup D
Spanyol 1 – 0 Republik Ceko
Pique 87’
Spanyol: De Gea; Ramos, Pique, Alba, Juanfran; Busquets, Iniesta, Fabregas (Alcantara, 70’), Morata (Aduriz, 62’); Nolito (Pedro, 82’), Silva
Rep. Ceko: Cech; Hubnik, Sivok, Limbersky, Kaderabek; Rosicky (Pavelka, 89’), Plasil, Darida, Necid (Lafata, 75’); Krejci, Gebre Selassie (Sural, 86’)
Kembali ke grup D, Spanyol yang masih diperkuat pemain-pemain veteran hampir saja gagal mengantungi nilai penuh di pertandingan perdana mereka melawan Republik Ceko. Meskipun Spanyol tampak menguasai pertandingan, dan berkali-kali mengancam gawang Petr Cech, namun selama hampir 90 menit, serangan-serangan yang dilancarkan Iniesta dkk gagal menembus barisan pertahanan Ceko dan ketangguhan Petr Cech. Namun, di menit ke-87, akhirnya gol Gerrard Pique berhasil memecah kebuntuan Spanyol dan mengantarkan Spanyol menang tipis dengan skor 1 – 0.




Daftar pencetak gol:
1 - Olivier Giroud, Dimitri Payet (Prancis), Nicolai Stanciu (Rumania), Fabian Schar (Swiss), Gareth Bale, Hal Robson-Kanu (Wales), Ondrej Duda (Slowakia), Eric Dier (Inggris), Vasili Berezutski (Russia), Luca Modric (Kroasia), Arkadiusz Milik (Polandia), Shkodran Mustafi, Bastian Schweinsteiger (Jerman), Gerrard Pique (Spanyol)

Tim-tim Peserta Piala Eropa 2016

Sabtu, 11 Juni, 2016

Piala Eropa 2016 yang ditunggu-tunggu akhirnya dimulai. Prancis sebagai tuan rumah untuk Piala Eropa tahun ini, sudah menyediakan 10 stadion di 10 kota untuk jalannya pertandingan, dan 24 kota untuk menjamu 24 tim peserta, yaitu:

Grup A:
Prancis
Swiss
Rumania
Albania

Grup B:
Wales
Inggris
Russia
Slowakia

Grup C:
Jerman
Ukraina
Polandia
Irlandia Utara

Grup D:
Spanyol
Turki
Ceko
Kroasia

Grup E:
Belgia
Italia
Republik Irlandia
Swedia

Grup F:
Portugal
Islandia
Austria
Hongaria

Berbeda dengan Piala Eropa sebelumnya, yang diikuti 16 negara yang terbagi dalam 4 grup saja, Piala Eropa tahun ini mengikutsertakan 24 negara yang terbagi ke dalam 6 grup. Kalau biasanya yang lolos ke babak gugur hanya juara dan runner-up dari masing-masing grup, maka tahun ini, empat tim terbaik dari tim-tim yang menduduki posisi tiga di masing-masing grup, juga berkesempatan untuk masuk ke babak gugur, sehingga nantinya akan menjadi babak 16 besar.

Prancis, sebagai tuan rumah, berada di grup A, dan bertanding dalam partai pembuka melawan Rumania. Dua tim lain yang berada dalam satu grup adalah Albania dan tim kuda hitam Swiss. Di grup B, Inggris sepertinya menjadi tim yang paling diunggulkan untuk lolos sebagai juara grup, di antara Wales, Russia, dan Slowakia. Tim Panzer Jerman yang saat ini masih menjadi tim favorit, berada di grup C bersama Irlandia Utara, Ukraina, dan Polandia.

Walaupun penampilan mereka di Piala Dunia 2014 cukup mengecewakan, sepertinya Spanyol masih menjadi tim andalan di grup D. Namun tim-tim lain di grup D juga merupakan tim kuda hitam yang kuat, seperti Turki, Kroasia, dan Cekoslowakia. Persaingan di grup E bisa dibilang akan cukup berat dengan tim-tim seperti Italia, Irlandia, Swedia, dan Belgia di dalamnya. Mungkin pertandingan-pertandingan di grup E akan menjadi pertandingan yang paling ditunggu-tunggu bagi penonton di seluruh dunia.

Dan terakhir, di grup F, Portugal menjadi kandidat kuat untuk lolos ke babak 16 besar. Namun kita akan menantikan kejutan yang mungkin muncul dari Islandia, Austria, dan Hongaria.

Sayangnya, di antara tim-tim besar Eropa, semifinalis Piala Dunia 2014, Belanda tidak bisa ikut berpartisipasi dalam perhelatan Piala Eropa tahun ini.


Bagaimanapun, Piala Eropa tahun ini akan menjadi hiburan yang menarik selama bulan ramadhan! Selamat menikmati!