Showing posts with label hasil pertandingan. Show all posts
Showing posts with label hasil pertandingan. Show all posts

Thursday, June 30, 2016

Polandia vs Portugal

Jumat, 1 Juli, 2016

Polandia 1 (3) – 1 (5) Portugal
Robert Lewandowski 2’ – Renato Sanches 33’

Polandia: Fabiański; Pazdan, Glik, Jędrzejczyk, Piszczek; Mączyński (Jodłowiec, 98’), Krychowiak, Grosicki (Kapustka, 82’), Błaszczykowski; Milik, Lewandowski
Portugal: Rui Patricio; Fonte, Pepe, Eliseu, Cédric Soares; William Carvalho (Danilo, 96’), Renato Sanches, Adrien Silva (Moutinho, 73’), João Mario (Quaresma, 80’); Cristiano Ronaldo, Nani

Lagi-lagi Polandia harus melalui drama adu penalty. Lagi-lagi Portugal harus bermain lebih dari 90 menit.
Pertandingan pertama di babak perempat final ini berlangsung dengan begitu sengit.

Peluit baru ditiup, pertandingan baru dimulai, Polandia sudah unggul lebih dulu melalui gol Robert Lewandowski di menit ke-2. Polandia membangun serangan yang begitu cepat dan langsung membuahkan gol. Unggul lebih dulu di menit-menit awal, tentu harapan Polandia melambung. Namun, di menit ke-33, Portugal berhasil menyamakan kedudukan melalui gol Renato Sanches. Setelah itu tidak ada lagi gol yang terjadi sampai akhir babak pertama, akhir babak ke dua, bahkan sampai dua kali 15 menit babak perpanjangan waktu.

Pertandingan akhirnya harus dilanjutkan dengan adu penalty.
Portugal mendapat kesempatan menendang lebih dulu. Penendang pertama dari Portugal adalah Cristiano Ronaldo, yang sukses menyarangkan bola ke gawang.
Penendang pertama dari Polandia, Robert Lewandowski, juga sukses mengeksekusi gilirannya. Begitu juga dengan penendang ke dua dan ke tiga Portugal, Renato Sanches dan João Moutinho, dan penendang ke dua dan ke tiga Polandia, Milik dan Glik. Perbedaan mulai terlihat di penendang ke empat. Penendang ke empat bagi Portugal, Nani, sukses memasukkan bola, sementara Jakub Błaszczykowski, pencetak gol terbanyak bagi Polandia, justru gagal mengeksekusi tendangannya.
Maka, begitu tendangan dari penendang terakhir Portugal, Ricardo Quaresma masuk, otomatis menang lah Portugal.
Lagi-lagi Polandia harus menghadapi drama adu penalty. Namun sayangnya, kali ini mereka harus tersingkir secara terhormat.
Sementara Portugal, untuk kesekian kalinya sepanjang turnamen ini, kembali lolos dari lubang jarum.

Daftar pencetak gol:
3 – Gareth Bale (Wales), Alvaro Morata (Spanyol), Antoine Griezmann (Prancis)
2 – Dimitri Payet (Prancis), Romelu Lukaku (Belgia), Ivan Perisic (Kroasia), Nani, Cristiano Ronaldo (Portugal), Balazs Dzsudzsak (Hungaria), Jakub Blaszczykowski (Polandia), Robbie Brady (Irlandia), Mario Gomez (Jerman), Graziano Pelle (Italia)
1 – Olivier Giroud (Prancis), Nicolai Stanciu, Bogdan Stancu (Rumania), Fabian Schar, Admir Mehmedi, Xherdan Shaqiri (Swiss), Hal Robson-Kanu, Aaron Ramsey, Neil Taylor (Wales), Ondrej Duda, Vladimir Weiss, Marek Hamsik (Slowakia), Eric Dier, James Vardy, Daniel Sturridge, Wayne Rooney (Inggris), Vasili Berezutski, Denis Glushakov (Russia), Luka Modric, Ivan Rakitic, Nikola Kalinic (Kroasia), Arkadiusz Milik, Robert Lewandowski (Polandia), Shkodran Mustafi, Bastian Schweinsteiger, Jerome Boateng, Julian Draxler (Jerman), Gerrard Pique, Nolito (Spanyol), Wes Hoolahan (Irlandia), Emanuele Giaccherini, Eder, Giorgio Chiellini (Italia), Adam Szalai, Zoltan Stieber, Zoltan Gera (Hungaria), Birkir Bjarnason, Gylfi Sigurdsson, Jon Dadi Bodvarsson, Arnor Traustason, Kolbeinn Sigthorsson, Ragnar Sigurdsson (Islandia), Gareth McAuley, Niall McGinn (Irlandia Utara), Milan Skoda, Tomas Necid (Rep. Ceko), Axel Witsel, Radja Nainggolan, Toby Alderweireld, Michy Batshuayi, Eden Hazard, Yannick Carrasco (Belgia), Armando Sadiku (Albania), Burak Yilmaz, Ozan Tufan (Turki), Alessandro Schopf (Austria), Ricardo Quaresma, Renato Sanches (Portugal)

Daftar negara pencetak gol:
8 – Belgia
7 – Wales
6 – Hungaria, Prancis, Jerman, Islandia, Portugal
5 – Kroasia, Spanyol, Italia
4 – Inggris, Polandia
3 – Slowakia, Swiss, Irlandia
2 – Rumania, Russia, Irlandia Utara, Turki, Rep. Ceko
1 – Albania, Swedia, Austria
0 – Ukraina

Jumlah kemasukan gol:
0 – Jerman
1 – Italia
2 – Belgia, Swiss, Prancis, Polandia
3 – Albania, Wales, Swedia, Irlandia Utara
4 – Rumania, Turki, Austria, Kroasia, Spanyol, Islandia, Inggris
5 – Ukraina, Rep. Ceko, Portugal
6 – Russia, Irlandia, Slowakia

8 – Hungaria

Monday, June 27, 2016

Hasil Pertandingan Terakhir 16 Besar: Inggris vs Islandia

Selasa, 28 Juni, 2016

Inggris 1 – 2 Islandia
Wayne Rooney (p) 4’ – Ragnar Sigurdsson 6, Kolbeinn Sigthorsson 18

England: Hart; Walker, Smalling, Cahill, Rose; Dier (Wilshere, 45’), Rooney (Rashford, 86’), Alli; Sturridge, Kane, Sterling (Vardy, 60’)
Iceland: Halldórsson; Sævarsson, Árnason, Ragnar Sigurdsson, Skúlason; Gudmundsson, Gunnarsson, Gylfi Sigurdsson, Birkir Bjarnason; Bödvarsson (Traustason, 89’), Sigthórsson (Elmar Bjarnason, 77’)

Hasil akhir pertandingan Inggris melawan Irlandia sudah ditentukan dalam 20 menit pertama pertandingan. Pertandingan baru berjalan 4 menit, Inggris sudah mendapatkan hadiah penalty. Wayne Rooney sukses mengeksekusi penalty, dan membuat Inggris unggul  1 – 0. Inggris belum selesai merayakan keunggulan mereka, tiba-tiba gol Ragnar Sigurdsson menyamakan kedudukan di menit ke-6! Dan di menit ke-18, akhirnya Islandia malah berbalik unggul 2 – 1 melalui gol Kolbeinn Sigthorsson.
Setelah gol ke dua Islandia, masih begitu banyak peluang tercipta bagi kedua tim, terutama Islandia. Namun kedudukan tidak berubah sampai peluit panjang berbunyi.

Setelah menyingkirkan diri dari Uni Eropa, kini timnas Inggris pun harus tersingkir dari Piala Eropa. Sementara Islandia akan berhadapan dengan Prancis di perempat final. Lucunya, Islandia dan Prancis mengalami cerita yang sama di babak 16 besar: tertinggal lebih dulu di 5 menit pertama, karena sebuah penalty, namun akhirnya memenangkan pertandingan dengan skor 2 – 1.


Dari 6 tim juara grup, 6 tim runners-up grup, dan 4 tim posisi tiga terbaik dari seluruh grup, kini tinggal tersisa 8 tim di babak perempat final.

Portugal menjadi satu-satunya tim posisi tiga yang masih tersisa di babak perempat final. Dua tim posisi tiga lainnya, Albania dan Turki, sudah tersingkir lebih dulu karena tidak termasuk empat terbaik. Tiga tim lainnya, Irlandia Utara, Irlandia, dan Slowakia, sudah kalah dari Wales, Prancis, dan Jerman di babak 16 besar.

Tim runners-up grup yang tersisa di babak perempat final adalah Polandia, Belgia, dan Islandia. Selebihnya, 4/8 alias setengah dari tim yang lolos ke perempat final, adalah tim juara grup, yaitu Italia, Jerman, Prancis, dan Wales.

Grup A dan B masih menyisakan satu tim, yaitu juara grup masing-masing, Prancis dan Wales. Sisanya sudah tersingkir baik di babak penyisihan grup, maupun 16 besar.

Grup C dan E sama-sama masih memiliki juara grup dan runners-up mereka dalam perempat final, yaitu Jerman dan Polandia dari Grup C, dan Italia dan Belgia dari Grup E. Sementara Grup F, yang sama-sama masih menyisakan dua tim, runners-up dan posisi tiga mereka, Islandia dan Portugal, justru sudah kehilangan juara grup mereka, Hungaria, di tangan Belgia.

Yang paling malang adalah jebolan-jebolan Grup C. Tim posisi tiga mereka, Turki, sudah tidak lolos dari awal, karena tidak masuk empat terbaik. Tim juara mereka, Kroasia, kalah tipis 1 - 0 dari Portugal, sementara runners-up mereka, Spanyol, belom-belom sudah harus disingkirkan Italia.

Statistik tim yang lolos ke perempat final:
Juara grup: 4 (Italia, Prancis, Jerman, Wales)
Runners-up: 3 (Belgia, Islandia, Polandia)
Posisi tiga: 1 (Portugal)

Grup A: 1 (Prancis)
Grup B: 1 (Wales)
Grup C: 2 (Jerman, Polandia)
Grup D: 0
Grup E: 2 (Italia, Belgia)
Grup F: 2 (Islandia, Portugal)

Daftar pencetak gol:
3 – Gareth Bale (Wales), Alvaro Morata (Spanyol), Antoine Griezmann (Prancis)
2 – Dimitri Payet (Prancis), Romelu Lukaku (Belgia), Ivan Perisic (Kroasia), Nani, Cristiano Ronaldo (Portugal), Balazs Dzsudzsak (Hungaria), Jakub Blaszczykowski (Polandia), Robbie Brady (Irlandia), Mario Gomez (Jerman), Graziano Pelle (Italia)
1 – Olivier Giroud (Prancis), Nicolai Stanciu, Bogdan Stancu (Rumania), Fabian Schar, Admir Mehmedi, Xherdan Shaqiri (Swiss), Hal Robson-Kanu, Aaron Ramsey, Neil Taylor (Wales), Ondrej Duda, Vladimir Weiss, Marek Hamsik (Slowakia), Eric Dier, James Vardy, Daniel Sturridge, Wayne Rooney (Inggris), Vasili Berezutski, Denis Glushakov (Russia), Luka Modric, Ivan Rakitic, Nikola Kalinic (Kroasia), Arkadiusz Milik (Polandia), Shkodran Mustafi, Bastian Schweinsteiger, Jerome Boateng, Julian Draxler (Jerman), Gerrard Pique, Nolito (Spanyol), Wes Hoolahan (Irlandia), Emanuele Giaccherini, Eder, Giorgio Chiellini (Italia), Adam Szalai, Zoltan Stieber, Zoltan Gera (Hungaria), Birkir Bjarnason, Gylfi Sigurdsson, Jon Dadi Bodvarsson, Arnor Traustason, Kolbeinn Sigthorsson, Ragnar Sigurdsson (Islandia), Gareth McAuley, Niall McGinn (Irlandia Utara), Milan Skoda, Tomas Necid (Rep. Ceko), Axel Witsel, Radja Nainggolan, Toby Alderweireld, Michy Batshuayi, Eden Hazard, Yannick Carrasco (Belgia), Armando Sadiku (Albania), Burak Yilmaz, Ozan Tufan (Turki), Alessandro Schopf (Austria), Ricardo Quaresma (Portugal)

Daftar negara pencetak gol:
8 – Belgia
7 – Wales
6 – Hungaria, Prancis, Jerman, Islandia
5 – Kroasia, Spanyol, Portugal, Italia
4 – Inggris
3 – Slowakia, Polandia, Swiss, Irlandia
2 – Rumania, Russia, Irlandia Utara, Turki, Rep. Ceko
1 – Albania, Swedia, Austria
0 – Ukraina

Jumlah kemasukan gol:
0 – Jerman
1 – Italia, Polandia
2 – Belgia, Swiss, Prancis
3 – Albania, Wales, Swedia, Irlandia Utara
4 – Rumania, Turki, Portugal, Austria, Kroasia, Spanyol, Islandia, Inggris
5 – Ukraina, Rep. Ceko
6 – Russia, Irlandia, Slowakia
8 – Hungaria

Pertandingan Babak 16 Besar: Italia vs Spanyol

Senin, 27 Juni, 2016

Italia 2 – 0 Spanyol
Giorgio Chiellini 33’, Graziano Pelle 91’

Italia: Buffon; Bonucci, Chiellini, Barzagli; De Sciglio, Giaccherini, Parolo, De Rossi (Thiago Motta, 53’), Florenzi (Darmian, 84’); Éder (Insigne, 82’), Pellè

Spanyol: De Gea; Ramos, Piqué, Jordi Alba, Juanfran; Busquets, Iniesta, Fàbregas, David Silva; Morata (Vasquez, 70’), Nolito (Aduriz 45’, Pedro 81’)

Di post kali ini gue bakal nulis agak beda dari sebelumnya. Karena gue cinta mati sama Italia, dan gue seneng banget Italia ternyata bisa menang 2 - 0 dari Spanyol!!

Sebelum pertandingan ini udah nyiap-nyiapin mental aja, kalo sampe kalah. Sepanjang pertandingan juga tegang banget. Sampe sekarang aja, nulis, masih sambil gemeteran. Menegangkan banget pertandingannya!

Pertandingan dimulai di tengah cuaca yang kurang bersahabat. Alias hujan. Tapi Italia tetap bisa bermain dengan rapi dan menguasai pertandingan. Di babak pertama Italia hampir selalu menguasai bola, dan akhirnya Giorgio Chiellini mencetak gol di menit ke-33.

Jangan tanya. Gue teriak-teriaknya udah kaya nonton langsung di stadion. Nggak cuma pas gol, tapi juga tiap hampir terjadi gol!

Di babak ke dua, Spanyol terlihat mulai lebih punya kesempatan untuk menguasai bola. Beberapa kali terjadi peluang yang sangat membahayakan gawang Italia. Tapi, di akhir babak ke dua, justru Italia kembali mencetak gol melalui Graziano Pelle!! Wooooohooo!!!

Oke, Italia lolos ke perempat final. Gue seneng banget. Tapi ujian belum berakhir. Di perempat final nanti Italia akan berhadapan dengan.... Jerman! Another horor! Iya, gue tau sejarah mereka. Tetep aja ngeri.

Btw, sedih juga sih Spanyol harus tersingkir..hiks, hiks... agak nggak rela... Tapi bukan nggak rela Italia menang. Nggak rela kenapa mereka harus ketemu secepet ini aja. Yang penting Italia lolos deh. Forza Italia!!

Daftar pencetak gol:
3 – Gareth Bale (Wales), Alvaro Morata (Spanyol), Antoine Griezmann (Prancis)
2 – Dimitri Payet (Prancis), Romelu Lukaku (Belgia), Ivan Perisic (Kroasia), Nani, Cristiano Ronaldo (Portugal), Balazs Dzsudzsak (Hungaria), Jakub Blaszczykowski (Polandia), Robbie Brady (Irlandia), Mario Gomez (Jerman), Graziano Pelle (Italia)
1 – Olivier Giroud (Prancis), Nicolai Stanciu, Bogdan Stancu (Rumania), Fabian Schar, Admir Mehmedi, Xherdan Shaqiri (Swiss), Hal Robson-Kanu, Aaron Ramsey, Neil Taylor (Wales), Ondrej Duda, Vladimir Weiss, Marek Hamsik (Slowakia), Eric Dier, James Vardy, Daniel Sturridge (Inggris), Vasili Berezutski, Denis Glushakov (Russia), Luka Modric, Ivan Rakitic, Nikola Kalinic (Kroasia), Arkadiusz Milik (Polandia), Shkodran Mustafi, Bastian Schweinsteiger, Jerome Boateng, Julian Draxler (Jerman), Gerrard Pique, Nolito (Spanyol), Wes Hoolahan (Irlandia), Emanuele Giaccherini, Eder, Giorgio Chiellini (Italia), Adam Szalai, Zoltan Stieber, Zoltan Gera (Hungaria), Birkir Bjarnason, Gylfi Sigurdsson, Jon Dadi Bodvarsson, Arnor Traustason (Islandia), Gareth McAuley, Niall McGinn (Irlandia Utara), Milan Skoda, Tomas Necid (Rep. Ceko), Axel Witsel, Radja Nainggolan, Toby Alderweireld, Michy Batshuayi, Eden Hazard, Yannick Carrasco (Belgia), Armando Sadiku (Albania), Burak Yilmaz, Ozan Tufan (Turki), Alessandro Schopf (Austria), Ricardo Quaresma (Portugal)

Daftar negara pencetak gol:
8 – Belgia
7 – Wales
6 – Hungaria, Prancis, Jerman
5 – Kroasia, Spanyol, Portugal, Italia
4 – Islandia
3 – Inggris, Slowakia, Polandia, Swiss, Irlandia
2 – Rumania, Russia, Irlandia Utara, Turki, Rep. Ceko
1 – Albania, Swedia, Austria
0 – Ukraina

Jumlah kemasukan gol:
0 – Jerman
1 – Italia, Polandia
2 – Inggris, Belgia, Swiss, Prancis
3 – Albania, Wales, Islandia, Swedia, Irlandia Utara
4 – Rumania, Turki, Portugal, Austria, Kroasia, Spanyol
5 – Ukraina, Rep. Ceko
6 – Russia, Irlandia, Slowakia
8 – Hungaria

Pertandingan Babak 16 Besar: Hungaria vs Belgia

Senin, 27 Juni, 2016

Hungaria 0 – 4 Belgia
Toby Alderweireld 10’, Michy Batshuayi 78’, Eden Hazard 80’, Yannick Carrasco 91’

Hungaria: Király; Guzmics, Juhász (Böde, 80), Kádár, Lang, Pintér (Nikolić, 75); Nagy, Lovrencsics ; Gera (Elek, 45), Szalai, Dzsudzsák
Belgia: Courtois; Vermaelen, Alderweireld, Vertonghen, Meunier; De Bruyne, Witsel, Nainggolan, Hazard (Fellaini, 81’); Romelu Lukaku (Batshuayi, 76’), Mertens (Carrasco, 70’)

Setelah rentetan pertandingan yang alot dan penuh drama pada pertandingan-pertandingan di hari pertama babak 16 besar, ketiga pertandingan di hari ke dua menampilkan kemenangan demi kemenangan mutlak. Setelah Prancis menang 2 – 1 atas Irlandia dan Jerman membantai Slowakia 3 – 0, giliran Belgia yang menundukkan lawannya tanpa ampun.

Gol pertama bagi Belgia dicetak pada menit ke-10 melalui sundulan Toby Alderweireld menyambut umpan Kevin De Bruyne. Setelah terjadinya gol pertama, pertandingan berjalan tanpa gol sampai akhir babak pertama.

Sejak di babak pertama sampai pertengahan babak ke dua, kedua tim memiliki penguasaan bola yang tidak jauh berbeda. Bahkan Hungaria sebenarnya sedikit lebih menguasai bola. Namun tidak ada peluang yang membuahkan gol sampai pertengahan babak ke dua. Sampai 20 menit pertama babak ke dua, masih terlihat seolah pertandingan akan berakhir dengan skor 1 - 0, atau malah Hungaria bisa menyusul menjadi 1 - 1.

Namun, di menit ke-76, Marc Wilmots memasukkan Michy Batshuayi menggantikan Romelu Lukaku. Masuknya Batshuayi itu kembali menghidupkan serangan Belgia. Di menit ke-78, gol Batshuayi menambah keunggulan Belgia menjadi 2 - 0.

Gol itu mengawali pembantaian atas Hungaria. Hanya berselang 2 menit kemudian, Belgia kembali menambah keunggulannya melalui gol Eden Hazard. Sepertinya ketinggalan tiga gol membuat Hungaria patah semangat. Menjelang pertandingan berakhir, Yannick Carrasco, yang masuk di pertengahan babak ke dua menggantikan Dries Mertens, melengkapi keunggulan Belgia menjadi 4 - 0.

Kemenangan 4 – 0 ini melempar Belgia ke peringkat satu dalam daftar tim pencetak gol terbanyak, dengan 8 gol, dan juga melempar Hungaria ke daftar paling banyak kebobolan, juga dengan 8 gol.

Daftar pencetak gol:
3 – Gareth Bale (Wales), Alvaro Morata (Spanyol), Antoine Griezmann (Prancis)
2 – Dimitri Payet (Prancis), Romelu Lukaku (Belgia), Ivan Perisic (Kroasia), Nani, Cristiano Ronaldo (Portugal), Balazs Dzsudzsak (Hungaria), Jakub Blaszczykowski (Polandia), Robbie Brady (Irlandia), Mario Gomez (Jerman)
1 – Olivier Giroud (Prancis), Nicolai Stanciu, Bogdan Stancu (Rumania), Fabian Schar, Admir Mehmedi, Xherdan Shaqiri (Swiss), Hal Robson-Kanu, Aaron Ramsey, Neil Taylor (Wales), Ondrej Duda, Vladimir Weiss, Marek Hamsik (Slowakia), Eric Dier, James Vardy, Daniel Sturridge (Inggris), Vasili Berezutski, Denis Glushakov (Russia), Luka Modric, Ivan Rakitic, Nikola Kalinic (Kroasia), Arkadiusz Milik (Polandia), Shkodran Mustafi, Bastian Schweinsteiger, Jerome Boateng, Julian Draxler (Jerman), Gerrard Pique, Nolito (Spanyol), Wes Hoolahan (Irlandia), Emanuele Giaccherini, Graziano Pelle, Eder (Italia), Adam Szalai, Zoltan Stieber, Zoltan Gera (Hungaria), Birkir Bjarnason, Gylfi Sigurdsson, Jon Dadi Bodvarsson, Arnor Traustason (Islandia), Gareth McAuley, Niall McGinn (Irlandia Utara), Milan Skoda, Tomas Necid (Rep. Ceko), Axel Witsel, Radja Nainggolan, Toby Alderweireld, Michy Batshuayi, Eden Hazard, Yannick Carrasco (Belgia), Armando Sadiku (Albania), Burak Yilmaz, Ozan Tufan (Turki), Alessandro Schopf (Austria), Ricardo Quaresma (Portugal)

Daftar negara pencetak gol:
8 – Belgia
7 – Wales
6 – Hungaria, Prancis, Jerman
5 – Kroasia, Spanyol, Portugal
4 – Islandia
3 – Inggris, Slowakia, Italia, Polandia, Swiss, Irlandia
2 – Rumania, Russia, Irlandia Utara, Turki, Rep. Ceko
1 – Albania, Swedia, Austria
0 – Ukraina

Jumlah kemasukan gol:
0 – Jerman
1 – Italia, Polandia
2 – Inggris, Spanyol, Belgia, Swiss, Prancis
3 – Albania, Wales, Islandia, Swedia, Irlandia Utara
4 – Rumania, Turki, Portugal, Austria, Kroasia
5 – Ukraina, Rep. Ceko
6 – Russia, Irlandia, Slowakia

8 – Hungaria

Sunday, June 26, 2016

Pertandingan Babak 16 Besar: Jerman vs Slowakia

Senin, 27 Juni, 2016

Jerman 3 – 0 Slowakia
Jerome Boateng 8’, Mario Gomes 43’, Julian Draxler 63’

Jerman: Neuer; Hummels, Boateng (Höwedes, 72’), Hector, Kimmich; Kroos, Khedira (Schweinsteiger, 76’), Draxler (Podolski, 72’), Özil; Müller, Gomez
Slowakia: Kozáčik; Ďurica, Škrtel, Gyömber (Saláta, 84’), Pekarík, Škriniar; Hamšík, Hrošovský, Weiss (Greguš, 45’), Kucka; Ďuriš (Šesták, 64’)

Seperti yang sudah diperkirakan, Jerman menang atas Slowakia dan melaju ke babak perempat final. Jerman menggulung Slowakia dengan tiga gol tanpa balas. Gol pertama bagi Jerman dicetak oleh Jerome Boateng di menit ke-8. Gol itu berawal dari sebuah tendangan pojok, yang langsung disambut tendangan kencang Boateng yang bersarang di pojok bawah kiri gawang.
Lima menit kemudian, Jerman mendapatkan kesempatan untuk memperbesar keunggulannya menjadi 2 – 0, sewaktu Martin Škrtel melanggar Mario Gomes di kotak penalty. Wasit mengganjar Škrtel dengan kartu kuning, sekaligus memberi hadiah penalty pada Jerman. Namun tendangan penalty itu gagal dieksekusi oleh Mesut Özil dan berhasil ditepis oleh Matúš Kozáčik.
Toh akhirnya Jerman tetap menambah keunggulan mereka. Babak pertama hampir berakhir ketika Mario Gomes mencetak gol di menit ke-43 melalui tendangan jarak jauh. Gol itu menutup babak pertama dengan skor 2 – 0 untuk keunggulan Jerman.
Di babak ke dua, Jerman kembali memperbesar keunggulan mereka, kali ini melalui gol Julian Draxler. Jerman pun melangkah mulus ke babak perempat final. Tantangan berikutnya bagi Jerman adalah menghadapi entah Spanyol ataupun Italia. Keduanya bisa sama-sama menyulitkan langkah Jerman untuk melaju ke semi final.

Daftar pencetak gol:
3 – Gareth Bale (Wales), Alvaro Morata (Spanyol), Antoine Griezmann (Prancis)
2 – Dimitri Payet (Prancis), Romelu Lukaku (Belgia), Ivan Perisic (Kroasia), Nani, Cristiano Ronaldo (Portugal), Balazs Dzsudzsak (Hungaria), Jakub Blaszczykowski (Polandia), Robbie Brady (Irlandia), Mario Gomez (Jerman)
1 – Olivier Giroud (Prancis), Nicolai Stanciu, Bogdan Stancu (Rumania), Fabian Schar, Admir Mehmedi, Xherdan Shaqiri (Swiss), Hal Robson-Kanu, Aaron Ramsey, Neil Taylor (Wales), Ondrej Duda, Vladimir Weiss, Marek Hamsik (Slowakia), Eric Dier, James Vardy, Daniel Sturridge (Inggris), Vasili Berezutski, Denis Glushakov (Russia), Luka Modric, Ivan Rakitic, Nikola Kalinic (Kroasia), Arkadiusz Milik (Polandia), Shkodran Mustafi, Bastian Schweinsteiger, Jerome Boateng, Julian Draxler (Jerman), Gerrard Pique, Nolito (Spanyol), Wes Hoolahan (Irlandia), Emanuele Giaccherini, Graziano Pelle, Eder (Italia), Adam Szalai, Zoltan Stieber, Zoltan Gera (Hungaria), Birkir Bjarnason, Gylfi Sigurdsson, Jon Dadi Bodvarsson, Arnor Traustason (Islandia), Gareth McAuley, Niall McGinn (Irlandia Utara), Milan Skoda, Tomas Necid (Rep. Ceko), Axel Witsel, Radja Nainggolan (Belgia), Armando Sadiku (Albania), Burak Yilmaz, Ozan Tufan (Turki), Alessandro Schopf (Austria), Ricardo Quaresma (Portugal)

Daftar negara pencetak gol:
7 – Wales
6 – Hungaria, Prancis, Jerman
5 – Kroasia, Spanyol, Portugal
4 – Islandia, Belgia
3 – Inggris, Slowakia, Italia, Polandia, Swiss, Irlandia
2 – Rumania, Russia, Irlandia Utara, Turki, Rep. Ceko
1 – Albania, Swedia, Austria
0 – Ukraina

Jumlah kemasukan gol:
0 – Jerman
1 – Italia, Polandia
2 – Inggris, Spanyol, Belgia, Swiss, Prancis
3 – Albania, Wales, Islandia, Swedia, Irlandia Utara
4 – Rumania, Turki, Hungaria, Portugal, Austria, Kroasia
5 – Ukraina, Rep. Ceko
6 – Russia, Irlandia, Slowakia

Pertandingan Babak 16 Besar: Prancis vs Irlandia

Minggu, 26 Juni, 2016

Prancis 2 – 1 Irlandia
Antoine Griezmann 58’, 62’ – Robbie Brady (p) 3’

Prancis: Lloris; Koscielny, Rami, Evra, Sagna; Kanté (Coman 45’, Sissoko 93’), Pogba, Matuidi, Payet; Giroud (Gignac, 73’), Griezmann
Irlandia: Randolph; Keogh, Duffy (kartu merah, 66’), Ward, Coleman; McCarthy (Hoolahan, 71’), Brady, Hendrick, McClean (O’Shea, 68’); Murphy (Walters, 65’), Long

Pertandingan baru berjalan dua menit, Irlandia sudah unggul lebih dulu melalui hadiah penalty yang sukses dieksekusi Robbie Brady. Walaupun setelah itu Prancis lebih banyak menyerang, skor 1 - 0 itu bertahan hingga akhir babak pertama.

Di babak ke dua, akhirnya Prancis menyamakan kedudukan melalui gol Antoine Griezmann di menit ke-58. Griezmann, yang menerima umpan silang dari Bacary Sagna, langsung menyambut umpan itu dengan sundulan kencang yang bersarang di gawang Darren Randolph. Kedudukan imbang 1 - 1.

Tiga menit kemudian, Prancis sudah kembali mencetak gol, lagi-lagi melalui Griezmann yang menyambut umpan Olivier Giroud. Kedudukan 2 - 1 untuk keunggulan Prancis.

Tidak sampai lima menit kemudian, terjadi pelanggaran keras yang dilakukan oleh pemain belakang Irlandia, Shane Duffy, yang membuatnya mendapatkan kartu merah. Irlandia pun harus bermain hanya dengan 10 pemain sejak menit ke-67.

Kehilangan satu pemain bertahan, Martin O’Neill menambal barisan pertahanannya dengan menggantikan James McClean dengan John O’Shea. Sepanjang sisa pertandingan Irlandia berhasil mempertahankan gawang mereka dari tambahan gol bagi Prancis. Namun sayangnya mereka pun tidak berhasil menambah gol ke gawang Prancis.

Skor akhir 2 - 1 untuk kemenangan Prancis. Irlandia akhirnya harus tersingkir. Prancis memang pantas lolos ke perempat final. Mereka akan berhadapan dengan pemenang pertandingan antara Inggris dan Islandia.

Daftar pencetak gol:
3 – Gareth Bale (Wales), Alvaro Morata (Spanyol), Antoine Griezmann (Prancis)
2 – Dimitri Payet (Prancis), Romelu Lukaku (Belgia), Ivan Perisic (Kroasia), Nani, Cristiano Ronaldo (Portugal), Balazs Dzsudzsak (Hungaria), Jakub Blaszczykowski (Polandia), Robbie Brady (Irlandia)
1 – Olivier Giroud (Prancis), Nicolai Stanciu, Bogdan Stancu (Rumania), Fabian Schar, Admir Mehmedi, Xherdan Shaqiri (Swiss), Hal Robson-Kanu, Aaron Ramsey, Neil Taylor (Wales), Ondrej Duda, Vladimir Weiss, Marek Hamsik (Slowakia), Eric Dier, James Vardy, Daniel Sturridge (Inggris), Vasili Berezutski, Denis Glushakov (Russia), Luka Modric, Ivan Rakitic, Nikola Kalinic (Kroasia), Arkadiusz Milik (Polandia), Shkodran Mustafi, Bastian Schweinsteiger, Mario Gomez (Jerman), Gerrard Pique, Nolito (Spanyol), Wes Hoolahan (Irlandia), Emanuele Giaccherini, Graziano Pelle, Eder (Italia), Adam Szalai, Zoltan Stieber, Zoltan Gera (Hungaria), Birkir Bjarnason, Gylfi Sigurdsson, Jon Dadi Bodvarsson, Arnor Traustason (Islandia), Gareth McAuley, Niall McGinn (Irlandia Utara), Milan Skoda, Tomas Necid (Rep. Ceko), Axel Witsel, Radja Nainggolan (Belgia), Armando Sadiku (Albania), Burak Yilmaz, Ozan Tufan (Turki), Alessandro Schopf (Austria), Ricardo Quaresma (Portugal)

Daftar negara pencetak gol:
7 – Wales
6 – Hungaria, Prancis
5 – Kroasia, Spanyol, Portugal
4 – Islandia, Belgia
3 – Inggris, Slowakia, Jerman, Italia, Polandia, Swiss, Irlandia
2 – Rumania, Russia, Irlandia Utara, Turki, Rep. Ceko
1 – Albania, Swedia, Austria
0 – Ukraina

Jumlah kemasukan gol:
0 – Jerman
1 – Italia, Polandia
2 – Inggris, Spanyol, Belgia, Swiss, Prancis
3 – Albania, Wales, Slowakia, Islandia, Swedia, Irlandia Utara
4 – Rumania, Turki, Hungaria, Portugal, Austria, Kroasia
5 – Ukraina, Rep. Ceko
6 – Russia, Irlandia

Tengah:
Sergio Busquets (5), 27 tahun, klub: Barcelona
Andrés Iniesta (6), 32 tahun, klub: Barcelona
Koke (8), 24 tahu, klub: Atlético Madrid
Cesc Fàbregas (10), 29 tahun, klub: Chelsea
Thiago Alcántara (14), 25 tahun, klub: Bayern Muenchen
Bruno Soriano (19), 32 tahun, klub: Villarreal
David Silva (21), 30 tahun, klub: Manchester City

Depan:
Álvaro Morata (7), 23 tahun, klub: Juventus
Lucas Vázquez (9), 24 tahun, klub: Real Madrid
Pedro Rodríguez, (11), 28 tahun, klub: Chelsea
Aritz Aduriz (20), 35 tahun, klub: Athletic Bilbao

Nolito (22), 29 tahun, klub: Celta Vigo

Tuesday, June 21, 2016

Hasil Pertandingan-pertandingan Penentuan di Grup D

Rabu, 22 Juni, 2016


Spanyol 1 – 2 Kroasia
Alvaro Morata 7’ – Nikola Kalinic 45’, Ivan Perisic 87’

Spanyol: De Gea; Piqué, Ramos, Juanfran, Jordi Alba; Iniesta, Fàbregas (Alcantara, 84’), David Silva, Busquets; Morata (Aduriz, 66’), Nolito (Soriano, 60’)
Kroasia: Subasic; Vrsaljko, Corluka, Jedvaj, Srna; Perisic (Kramaric, 94’), Rakitic, Rog (Kovacic, 82’), Badelj; Nikola Kalinic, Pjaca (Cop, 92’)

Meski tanpa diperkuat Luka Modric, Kroasia tampil dengan gemilang saat menghadapi unggulan Piala Eropa 2016, Spanyol.

Pertandingan antara Spanyol dan Kroasia berlangsung dengan sangat menarik. Kedua tim bermain cantik, saling menyerang dengan sama agresifnya. Baik Spanyol maupun Kroasia beberapa kali menciptakan peluang. Babak pertama baru berjalan 7 menit, saat kerjasama yang cantik khas tiki-taka Spanyol menghasilkan sebuah gol dari Alvaro Morata, melalui assist dari Cesc Fabregas. Gol itu sekaligus membuat Morata menemani Gareth Bale di posisi puncak daftar pencetak gol sementara, dengan tiga gol.

Alvaro Morata menyusul Gareth Bale mencetak tiga gol di Piala Eropa 2016

Spanyol hampir saja menutup babak pertama dengan keunggulan 1 – 0. Namun, di menit-menit akhir babak pertama, sebuah gol cantik dicetak Nikola Kalinic, yang menyambut umpan Ivan Perisic, dan membelokkan arah bola dengan telapak kakinya. Gol itu membuat Kalinic menjadi pemain pertama yang membobol gawang Spanyol sepanjang Piala Eropa 2016. Babak pertama berakhir dengan skor 1 – 1.

Gol cantik Nikola Kalinic

Di babak ke dua, Spanyol dan Kroasia seolah belom kehabisan stamina. Tempo permainan sama sekali tidak berkurang. Bahkan permainan menjadi semakin agresif. Di menit ke-70, Spanyol mendapatkan penalty, yang sayangnya gagal dieksekusi Sergio Ramos. Justru di menit ke-87, setelah mematahkan serangan Spanyol, Kroasia balik melancarkan serangan maut yang berbuah gol ke dua, yang dicetak oleh Ivan Perisic.

Ivan Perisic dikenai kartu kuning karena membuka baju setelah mencetak gol ke gawang DeGea

Pertandingan berakhir dengan skor 2 – 1 untuk kemenangan Kroasia. Dengan hasil ini, Kroasia lah yang lolos sebagai juara grup, dan Spanyol lolos sebagai runners-up. Artinya, di babak 16 besar nanti, Spanyol akan langsung berhadapan dengan juara Grup E, Italia!!

:

Turki 2 – 0 Rep Ceko
Burak Yilmaz 10’, Ozan Tufan 65’

Turki: Babacan; Balta, Koybasi, Gonul; Topal, Turan, Tufan, Inan, Sen (Ozyakup, 60’); Yilmaz (Tosun, 90’), Mor (Sahan, 70’)
Rep. Ceko: Cech; Hubnik, Sivok, Kaderabek; Pudil, Darida, Plasil (Kolar, 90’), Pavelka (Skoda, 57’), Krejci; Dockal (Sural, 71’), Necid

Sementara itu, di pertandingan lain, Turki sang juru kunci, yang baru saja dibantai Spanyol di pertandingan sebelumnya, dan belum pernah mencetak gol sebelumnya, secara mengejutkan mengalahkan Rep. Ceko dengan dua gol tanpa balas!

Gol pertama Turki bahkan terjadi di awal pertandingan, yakni di menit ke-10 melalui Burak Yilmaz. Di babak ke dua, Turki memperbesar keunggulannya menjadi 2 – 0 melalui gol Ozan Tufan.

Turki yang sebelumnya dibantai Spanyol dengan skor telak 3 – 0, memang memiliki PR yang berat untuk mengejar ketinggalan selisih gol. Namun, dengan hasil kemenangan 2 – 0 ini, dengan selisih gol yang sama-sama -2 seperti Albania, Turki masih berada di atas Albania karena mencetak lebih banyak gol.

Kemenangan Turki atas Rep. Ceko ini juga sekaligus memastikan Irlandia Utara lolos ke babak 16 besar, menemani posisi tiga lainnya, Slowakia.


Klasemen akhir Grup D

Daftar pencetak gol:
3 – Gareth Bale (Wales), Alvaro Morata (Spanyol)
2 – Dimitri Payet (Prancis), Romelu Lukaku (Belgia), Ivan Perisic (Kroasia)
1 – Olivier Giroud, Antoine Griezmann (Prancis), Nicolai Stanciu, Bogdan Stancu (Rumania), Fabian Schar, Admir Mehmedi (Swiss), Hal Robson-Kanu, Aaron Ramsey, Neil Taylor (Wales), Ondrej Duda, Vladimir Weiss, Marek Hamsik (Slowakia), Eric Dier, James Vardy, Daniel Sturridge (Inggris), Vasili Berezutski, Denis Glushakov (Russia), Luka Modric, Ivan Rakitic, Nikola Kalinic (Kroasia), Arkadiusz Milik, Jakub Blaszczykowski (Polandia), Shkodran Mustafi, Bastian Schweinsteiger, Mario Gomez (Jerman), Gerrard Pique, Nolito (Spanyol), Wes Hoolahan (Irlandia), Emanuele Giaccherini, Graziano Pelle, Eder (Italia), Adam Szalai, Zoltan Stieber (Hungaria), Nani (Portugal), Birkir Bjarnason, Gylfi Sigurdsson (Islandia), Gareth McAuley, Niall McGinn (Irlandia Utara), Milan Skoda, Tomas Necid (Rep. Ceko), Axel Witsel (Belgia), Armando Sadiku (Albania), Burak Yilmaz, Ozan Tufan (Turki)

Hasil Pertandingan-pertandingan Penentuan di Grup C

Rabu, 22 Juni, 2016


Jerman 1 – 0 Irlandia Utara
Mario Gomez 30’

Jerman: Neuer; Hummels, Boateng (Howedes, 76’), Hector, Kimmich; Kroos, Khedira (Schweinsteiger, 69’), Gotze (Schurrle, 55’), Ozil; Muller, Gomez
Irlandia Utara: McGovern; Cathcart, McAuley, Jonny Evans, Hughes; Davis, Corry Evans (McGinn, 84’), Norwood, Dallas, Ward (Magennis, 70’); Washington (Lafferty, 59’)

Jerman menunjukkan kualitas permainannya saat berhadapan dengan Irlandia Utara di pertandingan terakhir penyisihan Grup C. Mereka terus menggebrak pertahanan Irlandia Utara sejak menit-menit awal babak pertama. Namun serangan-serangan Jerman baru membuahkan hasil di menit ke-30, saat kemelut di depan gawang berakhir dengan sebuah gol yang dicetak oleh tendangan Mario Gomez. Gol itu membuat kedudukan 1 – 0 bagi keunggulan Jerman. Walaupun Jerman tidak henti-hentinya menggempur pertahanan Irlandia Utara, namun tidak ada tambahan gol sampai akhir babak pertama.

Mario Gomez, pencetak gol tunggal bagi Jerman di pertandingan melawan Irlandia Utara

Babak ke dua berjalan dalam guyuran hujan. Walaupun Jerman terus menguasai jalannya pertandingan, namun di babak ke dua pun tidak terjadi tambahan gol, bagi Jerman, apalagi Irlandia Utara. Pertandingan berakhir dengan skor 1 – 0 untuk kemenangan Jerman.

:

Polandia 1 – 0 Ukraina
Jakub Blaszczykowski 54’

Polandia: Fabianski; Pazdan, Glik, Jedrzejczyk, Cionek; Jodlowiec, Krychowiak, Kapustka (Grosicki, 71’), Zielinski (Blaszczykowski, 45’); Lewandowski, Milik (Starzynski, 93’)
Ukraina: Pyatov; Kucher, Khacheridi, Butko, Fedetskyy; Zinchenko (Kovalenko, 73’), Rotan, Stepanenko, Konoplyanka, Yarmolenko; Zozulya (Tymoshchuk, 92’)

Sementara di pertandingan lain, baik Polandia maupun Ukraina sama-sama mengalami kesulitan mencetak angka. Selama 45 menit pertama, mereka hanya bermain imbang tanpa gol.
Di babak ke dua, Jakub Blaszczykowski masuk menggantikan Piotr Zielinski. Keputusan Adam Nawalka ini terbukti membuahkan hasil. Di menit ke-54, gol Blaszczykowski memecah kebuntuan Polandia, dan membawa Polandia unggul dengan skor 1 – 0 atas Ukraina. Sama seperti pertandingan Jerman melawan Irlandia Utara, skor 1 – 0 ini bertahan hingga pertandingan berakhir.

Gol Jakub Blaszczykowski di menit ke-54 menjadi pemecah kebuntuan Polandia


Hasil dari dua pertandingan penutup di babak penyisihan Grup C ini memastikan Jerman dan Polandia lolos ke babak 16 besar dengan perolehan masing-masing 7 poin. Jerman yang berhak menjadi juara grup karena menang selisih dan jumlah gol. Dengan demikian, Polandia akan berhadapan dengan runners-up grup A, Swiss, di pertandingan pertama di babak 16 besar.
Sementara Irlandia Utara, yang mengantungi 3 poin dari kemenangan atas Ukraina, masih bisa punya peluang lolos sebagai 4 terbaik posisi 3. Poin 3 ini juga menjadi kan mereka tim ke dua yg berada di peringkat 3 dengan perolehan 3 poin, setelah Albania. Artinya, Slowakia, yang menduduki peringkat 3 di klasemen akhir Grup B, dengan perolehan 4 poin, sudah dipastikan lolos ke babak 16 besar!

Klasemen akhir Grup C


Daftar pencetak gol:
3 – Gareth Bale (Wales)
2 – Dimitri Payet (Prancis), Alvaro Morata (Spanyol), Romelu Lukaku (Belgia)

1 – Olivier Giroud, Antoine Griezmann (Prancis), Nicolai Stanciu, Bogdan Stancu (Rumania), Fabian Schar, Admir Mehmedi (Swiss), Hal Robson-Kanu, Aaron Ramsey, Neil Taylor (Wales), Ondrej Duda, Vladimir Weiss, Marek Hamsik (Slowakia), Eric Dier, James Vardy, Daniel Sturridge (Inggris), Vasili Berezutski, Denis Glushakov (Russia), Luka Modric, Ivan Perisic, Ivan Rakitic (Kroasia), Arkadiusz Milik, Jakub Blaszczykowski (Polandia), Shkodran Mustafi, Bastian Schweinsteiger, Mario Gomez (Jerman), Gerrard Pique, Nolito (Spanyol), Wes Hoolahan (Irlandia), Emanuele Giaccherini, Graziano Pelle, Eder (Italia), Adam Szalai, Zoltan Stieber (Hungaria), Nani (Portugal), Birkir Bjarnason, Gylfi Sigurdsson (Islandia), Gareth McAuley, Niall McGinn (Irlandia Utara), Milan Skoda, Tomas Necid (Rep. Ceko), Axel Witsel (Belgia), Armando Sadiku (Albania)

Monday, June 20, 2016

Hasil Pertandingan-pertandingan Penentuan di Grup B

Selasa, 21 Juni, 2016


Slowakia 0 – 0 Inggris

Slowakia: Kozacik; Durica, Skrtel, Hubocan, Pekarik; Hamsik, Kucka, Pecovsky (Gyomber, 66’), Weiss (Skriniar, 78’), Mak; Duda (Svento, 57’)
Inggris: Hart; Smalling, Cahill, Bertrand, Clyne; Dier, Wilshere (Rooney, 56’), Henderson, Lallana (Alli, 60’); Vardy, Sturridge (Kane, 76’)

Pertandingan ini adalah pertandingan yang sangat menentukan bagi Slowakia maupun Inggris. Slowakia bisa lolos sebagai juara grup (atau runners-up, tergantung hasil pertandingan Wales – Russia) bila mampu mengalahkan Inggris di pertandingan ini. Inggris butuh kemenangan untuk mengamankan posisinya di babak 16 besar. Namun, dengan 4 poin yang sudah dikumpulkan, peluang Inggris untuk tersingkir lebih kecil.

Kedua tim bermain agresif sepanjang babak pertama. Baik Inggris maupun Slowakia berkali-kali melancarkan serangan berbahaya. Namun tidak satupun yang membuahkan gol. Di babak ke dua, Inggris tampak lebih menguasai permainan. Slowakia lebih banyak bertahan. Namun di babak ke dua pun, tidak satupun gol yang tercipta. Kedudukan 0 – 0 bertahan sampai peluit panjang berbunyi.


Wales 3 – 0 Russia
Aaron Ramsey 11’, Neil Taylor 20’, Gareth Bale 67’

Wales: Hennessey; A. Williams, Davies, Chester, Taylor, Gunter; Ledley (King, 76'), Allen (Edwards, 74'), Ramsey; Vokes, Bale (Church, 83')
Russia: Akinfeev; Ignashevich, Vasili Berezutski (Alexei Berezutski, 45'), Kombarov, Smolnikov; Glushakov, Mamaev, Shirokov (Golovin, 52'); Smolov (Samedov, 70'), Kokorin, Dzyuba

Walaupun secara penguasaan bola, Russia masih sedikit lebih unggul, namun serangan-serangan Wales terbukti lebih efektif. Babak pertama baru berjalan sebelas menit, Wales sudah unggul 1 – 0 melalui gol Aaron Ramsey. Tidak sampai sepuluh menit kemudian, Wales memperbesar keunggulannya melalui gol Neil Taylor. Di menit-menit berikutnya, Wales masih memiliki peluang-peluang lainnya, namun selama 25 menit terakhir babak pertama, tidak ada lagi gol tercipta.

Gol Aaron Ramsey mengawali keunggulan Wales

Neil Taylor mencetak gol ke dua bagi Wales

Di babak ke dua, Russia semakin ketinggalan saja saat Gareth Bale mencetak gol di menit ke-67. Pertandingan berakhir dengan skor 3 - 0 bagi Wales.

Gareth Bale mencetak gol penutup

Kemenangan ini memastikan Wales lolos sebagai juara grup dengan perolehan 6 poin. Sementara Inggris, yang hanya mampu bermain imbang dengan Slowakia, lolos sebagai runners-up dengan 5 poin. Slowakia yang mengantungi 4 poin harus puas duduk di posisi ke tiga. Lolos tidaknya mereka ke babak 16 besar akan ditentukan oleh performa posisi tiga dari grup-grup lainnya. Sementara Russia harus tersingkir dari Piala Eropa.

Klasemen akhir Grup B

Daftar pencetak gol:
3 – Gareth Bale (Wales)
2 – Dimitri Payet (Prancis), Alvaro Morata (Spanyol), Romelu Lukaku (Belgia)
1 – Olivier Giroud, Antoine Griezmann (Prancis), Nicolai Stanciu, Bogdan Stancu (Rumania), Fabian Schar, Admir Mehmedi (Swiss), Hal Robson-Kanu, Aaron Ramsey, Neil Taylor (Wales), Ondrej Duda, Vladimir Weiss, Marek Hamsik (Slowakia), Eric Dier, James Vardy, Daniel Sturridge (Inggris), Vasili Berezutski, Denis Glushakov (Russia), Luka Modric, Ivan Perisic, Ivan Rakitic (Kroasia), Arkadiusz Milik (Polandia), Shkodran Mustafi, Bastian Schweinsteiger (Jerman), Gerrard Pique, Nolito (Spanyol), Wes Hoolahan (Irlandia), Emanuele Giaccherini, Graziano Pelle, Eder (Italia), Adam Szalai, Zoltan Stieber (Hungaria), Nani (Portugal), Birkir Bjarnason, Gylfi Sigurdsson (Islandia), Gareth McAuley, Niall McGinn (Irlandia Utara), Milan Skoda, Tomas Necid (Rep. Ceko), Axel Witsel (Belgia), Armando Sadiku (Albania)


Sunday, June 19, 2016

Hasil Pertandingan-pertandingan Penentuan di Grup A

Senin, 20 Juni, 2016


Prancis 0 – 0 Swiss

Prancis: Lloris; Koscielny, Rami, Evra; Sagna, Cabaye, Pogba, Sissoko, Gignac; Coman (Payet, 63’), Griezmann (Matuidi, ’79)
Swiss: Sommer; Jourou, Schar, Rodriguez, Lichtsteiner, Dzemaili; Granit Xhaka, Behrami, Embolo (Seferovic, 74’); Mehmedi (Lang, 86’), Shaqiri (Fernandes, 79’)

Bagi Prancis, pertandingan melawan Swiss hanya akan menentukan apakah mereka lolos sebagai juara grup, atau runners-up. Namun pertandingan ini bisa menjadikan Swiss juara grup, ataupun posisi tiga. Setidaknya posisi Swiss masih lebih aman daripada Rumania, apalagi Albania.

Pertandingan di babak pertama berlangsung dengan sengit. Beberapa kali terjadi pelanggaran, bahkan baju yang robek karena ditarik. Beberapa kali juga terjadi peluang yang nyaris menjadi gol. Hanya nyaris. Semua peluang itu masih bisa digagalkan oleh penjaga gawang, barisan pertahanan, maupun arah bola yang memang melenceng. Tidak satu gol pun terjadi di babak pertama.

Di babak ke-2, Dimitri Payet, yang mencetak dua gol dalam dua pertandingan, masuk menggantikan Kingsley Coman. Namun, Payet pun tidak mencetak gol seperti yang diharapkan. Pertandingan berakhir imbang 0 – 0, yang otomatis menjadikan Prancis lolos sebagai juara grup A dengan 7 poin, dan Swiss otomatis lolos sebagai runners-up dengan 5 poin.


Albania 1 – 0 Rumania
Armando Sadiku 43’

Rumania: Tatarusanu; Grigore, Chiriches, Matel; Sapunaru, Nicolae Stanciu, Hoban, Prepelita (Sammartean, 45’), Alibec (Torje, 57’); Bogdan Stancu, Popa (Andone, 68’)
Albania: Berisha; Mavraj, Ajeti, Basha (Cana, 83’); Agoli, Hysaj, Memushaj, Abrashi; Lenjani (Roshi, 77’), Lila, Sadiku (Balaj, 59’)

Sementara Prancis menghadapi Swiss, di saat yang bersamaan, Rumania berhadapan dengan Albania. Albania bertarung mati-matian untuk mempertahankan peluang mereka lolos ke babak 16 besar sebagai 4 posisi tiga terbaik. Albania, yang selama dua pertandingan sebelumnya belum pernah mencetak satu gol pun, akhirnya mencetak gol pertama mereka selama Piala Eropa 2016, melalui Armando Sadiku di menit ke-43. 

Gol pertama Albania sepanjang Piala Eropa 2016

Dengan tidak terjadinya gol di babak ke-2, Albania menggeser Rumania di posisi tiga dengan 3 poin, memberikan harapan untuk lolos ke babak 16 besar, bila mereka masuk 4 besar terbaik dari 6 tim di posisi tiga.

Klasemen akhir Grup A

Daftar pencetak gol:
2 – Dimitri Payet (Prancis), Gareth Bale (Wales), Alvaro Morata (Spanyol), Romelu Lukaku (Belgia)
1 – Olivier Giroud, Antoine Griezmann (Prancis), Nicolai Stanciu, Bogdan Stancu (Rumania), Fabian Schar, Admir Mehmedi (Swiss), Hal Robson-Kanu (Wales), Ondrej Duda, Vladimir Weiss, Marek Hamsik (Slowakia), Eric Dier, James Vardy, Daniel Sturridge (Inggris), Vasili Berezutski, Denis Glushakov (Russia), Luka Modric, Ivan Perisic, Ivan Rakitic (Kroasia), Arkadiusz Milik (Polandia), Shkodran Mustafi, Bastian Schweinsteiger (Jerman), Gerrard Pique, Nolito (Spanyol), Wes Hoolahan (Irlandia), Emanuele Giaccherini, Graziano Pelle, Eder (Italia), Adam Szalai, Zoltan Stieber (Hungaria), Nani (Portugal), Birkir Bjarnason, Gylfi Sigurdsson (Islandia), Gareth McAuley, Niall McGinn (Irlandia Utara), Milan Skoda, Tomas Necid (Rep. Ceko), Axel Witsel (Belgia), Armando Sadiku (Albania)


Saturday, June 18, 2016

Hasil Pertandingan Grup F: Portugal vs Austria

Minggu, 19 Juni, 2016

Portugal 0 – 0 Austria

Portugal: Patricio; Ricardo Carvalho, Pepe, Guerreiro; Vieirinha, Moutinho, William Carvalho, A. Gomes (Eder, 83’), Quaresma (Mario, 71’); C. Ronaldo, Nani (Rata, 89’)
Austria: Almer; Hinteregger, Prodl, Fuchs, Klein; Ilsanker (Wimmer, 87’), Baumgartlinger; Arnautovic, Alaba (Schopf, 65’), Harnik; Sabitzer (Hinterseer, 85’)

Portugal kembali gagal meraih poin penuh saat ditahan imbang Austria tanpa gol.
Meski terjadi begitu banyak peluang bagi kedua tim sejak awal pertandingan, namun tidak satupun dari peluang itu yang bisa membuahkan gol.

Menit ke-6, sundulan Nani ke gawang Austria masih meleset keluar gawang. Menit ke-12, Nani kembali mengancam gawang Austria setelah menerima umpan dari Cristiano Ronaldo, namun serangan itu masih bisa ditepis oleh Robert Almer.

Portugal cukup menguasai pertandingan di babak pertama, namun baik Portugal maupun Austria sama-sama saling menyerang. Sayangnya, serangan-serangan itu selalu berakhir dengan melesetnya bola dari gawang, dipatahkannya serangan oleh barisan pertahanan lawan, ditepisnya bola oleh penjaga gawang, atau penyerang-penyerang yang sudah terlebih dahulu terkena off-side.

Bahkan di babak ke dua, Portugal mendapatkan hadiah penalty setelah Cristiano Ronaldo dilanggar di kotak penalty. Namun, Ronaldo gagal mengeksekusi penalty, tendangannya membentur tiang gawang.
Akhirnya, setelah bermain lebih dari 90 menit, kedua tim sama-sama gagal mencetak gol, sekaligus gagal meraih poin penuh.

Cristiano Ronaldo tampak frustrasi setelah berkali-kali gagal memanfaatkan peluang

Pertandingan tanpa gol ini bukan saja bertabur peluang emas, namun juga bertabur pelanggaran, bahkan beberapa di antaranya diganjar kartu kuning. Dua pemain Portugal dan empat pemain Austria menerima kartu kuning atas pelanggaran yang mereka lakukan. Pemain-pemain itu adalah Quaresma, Pepe, Harnik, Fuchs, Hinteregger, dan Schopf.

Hasil imbang ini membuat peluang tetap terbuka bagi keempat tim untuk lolos maupun tidak lolos ke babak 16 besar. Hungaria, yang sementara memimpin klasemen grup F dengan perolehan 4 poin, masih bisa tersingkir, atau lolos sebagai posisi tiga, apabila di pertandingan terakhir mereka kalah dari Portugal, dan Islandia menang atas Austria. Baik Portugal maupun Islandia tentu akan mati-matian berusaha meraih poin penuh di pertandingan terakhir mereka. Austria sebagai juru kunci sementara di grup F pun masih punya peluang lolos sebagai runner-up, bila mereka berhasil mengalahkan Islandia, dan Portugal mengalahkan Hungaria di pertandingan terakhir.


Daftar pencetak gol:
2 – Dimitri Payet (Prancis), Gareth Bale (Wales), Alvaro Morata (Spanyol), Romelu Lukaku (Belgia)
1 – Olivier Giroud, Antoine Griezmann (Prancis), Nicolai Stanciu, Bogdan Stancu (Rumania), Fabian Schar, Admir Mehmedi (Swiss), Hal Robson-Kanu (Wales), Ondrej Duda, Vladimir Weiss, Marek Hamsik (Slowakia), Eric Dier, James Vardy, Daniel Sturridge (Inggris), Vasili Berezutski, Denis Glushakov (Russia), Luka Modric, Ivan Perisic, Ivan Rakitic (Kroasia), Arkadiusz Milik (Polandia), Shkodran Mustafi, Bastian Schweinsteiger (Jerman), Gerrard Pique, Nolito (Spanyol), Wes Hoolahan (Irlandia), Emanuele Giaccherini, Graziano Pelle, Eder (Italia), Adam Szalai, Zoltan Stieber (Hungaria), Nani (Portugal), Birkir Bjarnason, Gylfi Sigurdsson (Islandia), Gareth McAuley, Niall McGinn (Irlandia Utara), Milan Skoda, Tomas Necid (Rep. Ceko), Axel Witsel (Belgia)

Hasil Pertandingan Grup F: Islandia vs Hungaria

Minggu, 19 Juni, 2016

Islandia 1 – 1 Hungaria
Gylfi Sigurdsson (p) 40’ - Birkin Saevarsson (og) 88’

Islandia: Halldorsson; A. Skulason, Arnason, R. Sigurdsson, B. Saevarsson; B. Bjarnason, A. Gunnarsson (Hallfredsson, 66’), G. Sigurdsson, Gudmundsson; Bodvarsson (Finnbogason, 69’), Sigthorsson (Gudjohnsen, 84’)
Hungaria: Kiraly; Kadar, Juhasz (Szalai, 84’), Guzmics, Lang; A. Nagy, Gera, Kleinheisler; Dzsudzsak, Priskin, Stieber

Juara sementara grup F, Hungaria, berhadapan dengan Islandia, yang di pertandingan sebelumnya sukses menahan imbang salah satu tim unggulan Piala Eropa, Portugal.

Selama menit-menit awal babak pertama, Hungaria sempat memonopoli bola. Bahkan, Islandia seolah tidak dibiarkan menyentuh bola. Meski begitu, Hungaria tidak melancarkan serangan yang berbahaya. Justru semakin lama, Islandia mulai semakin mengambil alih permainan dan mulai mengancam gawang Hungaria.
Di menit ke-40, wasit memberikan hadiah penalty tanpa alasan yang jelas pada Islandia. Penalty itu dieksekusi dengan sukses oleh Gylfi Sigurdsson. Islandia unggul 1 – 0.

Islandia sempat unggul lebih dulu melalui gol yang dicetak Gylfi Sigurdsson melalui titik penalty

Keunggulan 1 – 0 seolah membuat Islandia tampil lebih semangat. Di babak ke dua, mereka bermain semakin agresif. Namun Hungaria pun bermain tidak kalah agresif, walaupun serangan-serangannya banyak yang kurang efektif.
Di menit ke-88, Hungaria malah menyamakan kedudukan melalui gol bunuh diri yang dilakukan oleh Birkir Saevarsson. Akhirnya pertandingan berakhir dengan skor imbang 1 – 1. Hungaria mengamankan posisi mereka untuk lolos ke babak 16 besar.

Gol bunuh diri Birkin Saevarsson menyelamatkan Hungaria dari kekalahan

Daftar pencetak gol:
2 – Dimitri Payet (Prancis), Gareth Bale (Wales), Alvaro Morata (Spanyol), Romelu Lukaku (Belgia)
1 – Olivier Giroud, Antoine Griezmann (Prancis), Nicolai Stanciu, Bogdan Stancu (Rumania), Fabian Schar, Admir Mehmedi (Swiss), Hal Robson-Kanu (Wales), Ondrej Duda, Vladimir Weiss, Marek Hamsik (Slowakia), Eric Dier, James Vardy, Daniel Sturridge (Inggris), Vasili Berezutski, Denis Glushakov (Russia), Luka Modric, Ivan Perisic, Ivan Rakitic (Kroasia), Arkadiusz Milik (Polandia), Shkodran Mustafi, Bastian Schweinsteiger (Jerman), Gerrard Pique, Nolito (Spanyol), Wes Hoolahan (Irlandia), Emanuele Giaccherini, Graziano Pelle, Eder (Italia), Adam Szalai, Zoltan Stieber (Hungaria), Nani (Portugal), Birkir Bjarnason, Gylfi Sigurdsson (Islandia), Gareth McAuley, Niall McGinn (Irlandia Utara), Milan Skoda, Tomas Necid (Rep. Ceko), Axel Witsel (Belgia)


Hasil Pertandingan Grup E: Belgia vs Irlandia

Sabtu, 18 Juni, 2016


Belgia 3 – 0 Irlandia
Romelu Lukaku 48’, 70’, Axel Witsel 61’

Belgia: Courtois; Vermaelen, Alderweireld, Vertonghen, Meunier; De Bruyne, Dembele (Nainggolan, 57’), Witsel, Ferreira-Carrasco (Mertens, 64’); Lukaku (Benteke, 82’), Hazard
Irlandia: Randolph; Clark, O’Shea, Ward, Coleman; McCarthy (McClean, 62’), Whelan, Brady, Hendrick; Long (Keane, 79’), Hoolahan (McGeady, 71’)

Belgia sangat membutuhkan kemenangan setelah menerima kekalahan di pertandingan pertamanya berhadapan dengan Italia. Sementara Irlandia gagal meraih poin penuh di pertandingan sebelumnya melawan Swedia, saat gol bunuh diri yang dilakukan Ciaran Clark membuat Swedia menyamakan kedudukan.

Babak pertama berlangsung dengan membosankan. Irlandia main bertahan, sementara para pemain Belgia tampak mengalami kebuntuan pada ujung-ujung tombak serangan mereka. Meskipun sangat menguasai pertandingan, dengan penguasaan bola dua kali lipat dari lawannya, serangan Belgia belum ada yang cukup berbahaya bagi gawang Darren Randolph.

Namun, di babak ke dua, gaya permainan kedua tim sama sekali berubah. Irlandia mulai lebih aktif menyerang, namun juga lebih lengah dan memberikan kesempatan bagi Belgia untuk menerobos pertahanan mereka. Babak pertama baru berjalan beberapa menit saat Romelu Lukaku menerima umpan dari De Brunye dan sukses menyarangkan bola ke pojok kiri gawang Randolph melalui sudut yang sempit. Gol cantik itu membuat Belgia unggul 1 – 0.

Gol cantik Romelu Lukaku mengawali keunggulan Belgia di babak ke dua

Irlandia pun mulai melakukan serangan balasan, yang berujung sebuah peluang yang gagal dieksekusi Glenn Whelan. Bola ditepis Thibaut Courtois dan berujung kepada tendangan pojok. Namun tendangan pojok itupun gagal dieksekusi.

Irlandia terus berusaha membalas gol dari Belgia. Namun, di menit ke-61, mereka justru semakin ketinggalan saat umpan silang Thomas Meunier disambut sundulan Axel Witsel dan sukses membuahkan gol ke dua bagi Belgia.

Axel Witsel saat mencetak gol ke dua bagi Belgia

Tidak sampai 10 menit kemudian, Belgia semakin menambahkan keunggulannya melalui gol ke dua Romelu Lukaku. Belgia berhasil mempertahankan keunggulan tiga gol tanpa balas sampai pertandingan berakhir.
Hasil ini memberikan harapan kembali bagi Belgia untuk lolos ke babak 16 besar. Sementara, dengan perolehan masing-masing satu poin yang sudah diraih baik Irlandia maupun Swedia saat mereka saling berhadapan di pertandingan pertama, keduanya masih memiliki kans untuk lolos sebagai runner-up grup apabila Swedia mampu mengalahkan Belgia dan Irlandia mampu mengalahkan Italia di pertandingan terakhir mereka.


Daftar pencetak gol:
2 – Dimitri Payet (Prancis), Gareth Bale (Wales), Alvaro Morata (Spanyol), Romelu Lukaku (Belgia)
1 – Olivier Giroud, Antoine Griezmann (Prancis), Nicolai Stanciu, Bogdan Stancu (Rumania), Fabian Schar, Admir Mehmedi (Swiss), Hal Robson-Kanu (Wales), Ondrej Duda, Vladimir Weiss, Marek Hamsik (Slowakia), Eric Dier, James Vardy, Daniel Sturridge (Inggris), Vasili Berezutski, Denis Glushakov (Russia), Luka Modric, Ivan Perisic, Ivan Rakitic (Kroasia), Arkadiusz Milik (Polandia), Shkodran Mustafi, Bastian Schweinsteiger (Jerman), Gerrard Pique, Nolito (Spanyol), Wes Hoolahan (Irlandia), Emanuele Giaccherini, Graziano Pelle, Eder (Italia), Adam Szalai, Zoltan Stieber (Hungaria), Nani (Portugal), Birkir Bjarnason (Islandia), Gareth McAuley, Niall McGinn (Irlandia Utara), Milan Skoda, Tomas Necid (Rep. Ceko), Axel Witsel (Belgia)


Friday, June 17, 2016

Hasil Pertandingan Grup D: Spanyol vs Turki

Sabtu, 18 Juni, 2016

Spanyol 3 – 0 Turki
Alvaro Morata 34’, 48’, Nolito 37’

Spanyol: De Gea; Pique, Ramos, Juanfran, Jordi Alba (Azpilicueta, 81’); Busquets, Iniesta, Fabregas (Koke, 71’), Silva (Soriano, 64’); Morata, Nolito

Turki: Babacan; Erkin, Balta, Gonul; Topal, Ozyakup (Sahan, 62’), Inan (Malli, 70’), Tufan, Calhanoglu (Sahin, 46’); Yilmaz, Turan

Juara bertahan 2 Piala Eropa berturut-turut, Spanyol kembali menunjukkan keganasannya saat membantai Turki dengan tiga gol tanpa balas.

Setelah sempat dikritik karena tidak berbuat banyak pada pertandingan melawan Rep Ceko, penyerang muda Spanyol, Nolito membuktikan kepercayaan Del Bosque, saat timnya berhadapan dengan Turki di babak penyisihan grup D. Umpannya di menit ke-34 membuahkan gol yang dicetak oleh Alvaro Morata, membawa Spanyol unggul 1 – 0. Tiga menit kemudian, ia sendiri mencetak gol setelah menerima umpan dari Cesc Fabregas, menambah keunggulan Spanyol menjadi 2 – 0.

Gol Alvaro Morata dari umpan Nolito

Gol ke dua Spanyol yang menjadi pembuktian Nolito pada publik Spanyol

Spanyol tidak mengurangi tempo serangan mereka. Babak ke dua baru berjalan tiga menit saat Alvaro Morata kembali mencetak gol, kali itu dari umpan Jordi Alba. Ketinggalan tiga gol tidak membuat Turki patah semangat. Tim asuhan Fatih Terim itu masih memberikan perlawanan sengit dan sempat mengancam gawang David De Gea. Namun apa daya, serangan-serangan itu masih bisa dipatahkan oleh barisan pertahanan Spanyol yang kokoh. Skor 3 - 0 bertahan sampai akhir pertandingan.

Gol ke tiga yang kembali dicetak Morata

Hasil ini memastikan Spanyol lolos ke babak 16 besar, sekaligus menjadikan Turki juru kunci sementara di grup D. Namun Turki masih punya peluang lolos, bila bisa mengalahkan Rep. Ceko di pertandingan terakhir, dengan catatan mereka masuk ke dalam empat terbaik dari enam tim posisi ke tiga.


Daftar pencetak gol:
2 – Dimitri Payet (Prancis), Gareth Bale (Wales), Alvaro Morata (Spanyol)
1 – Olivier Giroud, Antoine Griezmann (Prancis), Nicolai Stanciu, Bogdan Stancu (Rumania), Fabian Schar, Admir Mehmedi (Swiss), Hal Robson-Kanu (Wales), Ondrej Duda, Vladimir Weiss, Marek Hamsik (Slowakia), Eric Dier, James Vardy, Daniel Sturridge (Inggris), Vasili Berezutski, Denis Glushakov (Russia), Luka Modric, Ivan Perisic, Ivan Rakitic (Kroasia), Arkadiusz Milik (Polandia), Shkodran Mustafi, Bastian Schweinsteiger (Jerman), Gerrard Pique, Nolito (Spanyol), Wes Hoolahan (Irlandia), Emanuele Giaccherini, Graziano Pelle, Eder (Italia), Adam Szalai, Zoltan Stieber (Hungaria), Nani (Portugal), Birkir Bjarnason (Islandia), Gareth McAuley, Niall McGinn (Irlandia Utara), Milan Skoda, Tomas Necid (Rep. Ceko)

Hasil Pertandingan Grup D: Kroasia vs Rep. Ceko

Sabtu, 18 Juni, 2016

Kroasia 2 – 2 Rep. Ceko
Ivan Perisic 37’, Ivan Rakitic 59’ – Milan Skoda 76’, Tomas Necid (p) 94’

Kroasia: Subasic; Strinic (Vrsaljko, 98’), Vida, Corluka, Srna; Perisic, Modric (Kovacic, 62’), Rakitic (Schildenfeld, 97’), Badelj; Brozovic, Mandzukic
Rep. Ceko: Cech; , Sivok, Hubnik, Kaderabek; Krejci, Darida, Skalak (Sural, 67’), Plasil (Necid, 86’), Rosicky; Lafata (Skoda, 67’)

Pertandingan yang begitu dramatis terjadi saat Kroasia berhadapan dengan Rep. Ceko di babak penyisihan grup D.

Kroasia sudah tampak menguasai permainan sejak awal pertandingan. Gawang Petr Cech terus dibombardir, sementara Tomas Rosicky dkk kesulitan menembus pertahanan Kroasia yang begitu rapat dan disiplin. Pada menit ke-37, Ivan Perisic akhirnya mencetak gol melalui aksi individunya yang memukau. Kroasia unggul 1 – 0 sampai turun minum.

Gol Ivan Perisic di babak pertama

Di babak ke dua, Rep. Ceko meningkatkan serangannya. Di menit-menit awal babak ke dua, mereka tampak lebih menguasai bola dibandingkan di babak pertama. Namun, alih-alih mengejar ketinggalan, pertahanan Rep Ceko justru lengah. Berawal dari serangan balik, pertahanan Rep Ceko yang kosong melompong membuat Ivan Rakitic bisa dengan leluasa membawa dan menyontek bola melalui Petr Cech yang telah maju terlalu jauh meninggalkan gawang, mencetak gol di menit ke-59. Gol itu menambah keunggulan Kroasia menjadi 2 – 0.

Gol Ivan Rakitic akibat kekosongan pertahanan Rep. Ceko

Di menit ke-67, Pavel Vrba memasukkan Josef Sural dan Milan Skoda menggantikan Jiri Skalak dan David Lafata. Langkah Vrba terbukti membuahkan hasil. Di menit ke-76, sebuah gol dari sundulan Skoda, menyambut umpan matang dari Sural memperkecil ketinggalan Rep. Ceko menjadi 1 – 2. Gol itu memberi harapan pada Rep. Ceko.

Gol Skoda yang memperkecil ketinggalan Rep. Ceko

Menjelang akhir babak ke dua, pertandingan sempat dihentikan karena ulah supporter Kroasia yang melemparkan petasan ke tengah lapangan. Insiden itu sangat disayangkan karena membuat pertandingan jadi tertunda cukup lama. Karena itu, injury time diberikan sampai 10 menit.

Ulah suporter Kroasia mengacaukan jalannya pertandingan

Pada injury time yang panjang itulah, di menit ke-94, Rep. Ceko mendapatkan hadiah penalty yang sukses dieksekusi oleh Tomas Necid. Gol itu menyamakan kedudukan menjadi 2 – 2, dan menyelamatkan peluang Rep. Ceko untuk lolos ke babak 16 besar.

Penalty Necid menyelamatkan posisi Rep. Ceko di penyisihan grup D

Daftar pencetak gol:
2 – Dimitri Payet (Prancis), Gareth Bale (Wales)

1 – Olivier Giroud, Antoine Griezmann (Prancis), Nicolai Stanciu, Bogdan Stancu (Rumania), Fabian Schar, Admir Mehmedi (Swiss), Hal Robson-Kanu (Wales), Ondrej Duda, Vladimir Weiss, Marek Hamsik (Slowakia), Eric Dier, James Vardy, Daniel Sturridge (Inggris), Vasili Berezutski, Denis Glushakov (Russia), Luka Modric, Ivan Perisic, Ivan Rakitic (Kroasia), Arkadiusz Milik (Polandia), Shkodran Mustafi, Bastian Schweinsteiger (Jerman), Gerrard Pique (Spanyol), Wes Hoolahan (Irlandia), Emanuele Giaccherini, Graziano Pelle, Eder (Italia), Adam Szalai, Zoltan Stieber (Hungaria), Nani (Portugal), Birkir Bjarnason (Islandia), Gareth McAuley, Niall McGinn (Irlandia Utara), Milan Skoda, Tomas Necid (Rep. Ceko)

Hasil Pertandingan Grup E: Italia vs Swedia

Jumat, 17 Juni, 2016


Italia 1 – 0 Swedia
Eder ‘88

Italia: Buffon; Chiellini, Bonucci, Barzagli; Giaccherini, De Rossi (Motta, 74’), Parolo; Candreva, Eder, Pelle (Zaza, 59’), Florenzi (Sturaro, 85’)
Swedia: Isaksson; M. Olsson, Granqvist, E. Johansson, Lindelof; Forsberg (Durmaz, 79’), Kallstrom, Ekdal (Lewicki, 79’), S. Larsson; Ibrahimovic, Gandetti (Berg, 85’)

Laga Italia vs Swedia menjadi ajang duel dua bintang kawakan, Zlatan Ibrahimovic dan Gianluigi Buffon

Pertandingan antara Italia berhadapan dengan Swedia berlangsung sengit di babak penyisihan Grup E. Swedia membutuhkan kemenangan setelah sebelumnya hanya mampu bermain imbang melawan Irlandia. Sementara, Italia pun tidak mau lengah. Memenangkan laga melawan Swedia bisa memastikan lolosnya mereka ke babak 16 besar.

Swedia bermain agresif dan tampak menguasai permainan di babak pertama. Ibra dkk sempat beberapa kali mengancam gawang Italia, namun belum ada satu serangan pun yang membuahkan gol. Babak pertama berakhir imbang tanpa gol.

Di babak ke dua, giliran Italia yang menguasai permainan dan lebih banyak menyerang. Masuknya Zaza, Motta, dan Sturaro di pertengahan babak ke-2 membuat Italia semakin agresif. Pada menit ke-88, Eder melakukan aksi individu melalui empat pemain lawan sebelum akhirnya melesakkan gol ke gawang Andreas Isaksson. Gol itu menjadi penentu kemenangan Italia atas Swedia dengan skor 1 – 0. Kemenangan ini memastikan Italia untuk lolos ke babak 16 besar.

Eder menjadi penentu kemenangan Italia atas Swedia, sekaligus lolosnya Italia ke babak 16 besar

Daftar pencetak gol:
2 – Dimitri Payet (Prancis), Gareth Bale (Wales)

1 – Olivier Giroud, Antoine Griezmann (Prancis), Nicolai Stanciu, Bogdan Stancu (Rumania), Fabian Schar, Admir Mehmedi (Swiss), Hal Robson-Kanu (Wales), Ondrej Duda, Vladimir Weiss, Marek Hamsik (Slowakia), Eric Dier, James Vardy, Daniel Sturridge (Inggris), Vasili Berezutski, Denis Glushakov (Russia), Luca Modric (Kroasia), Arkadiusz Milik (Polandia), Shkodran Mustafi, Bastian Schweinsteiger (Jerman), Gerrard Pique (Spanyol), Wes Hoolahan (Irlandia), Emanuele Giaccherini, Graziano Pelle, Eder (Italia), Adam Szalai, Zoltan Stieber (Hungaria), Nani (Portugal), Birkir Bjarnason (Islandia), Gareth McAuley, Niall McGinn (Irlandia Utara)