Showing posts with label portugal. Show all posts
Showing posts with label portugal. Show all posts

Thursday, June 30, 2016

Polandia vs Portugal

Jumat, 1 Juli, 2016

Polandia 1 (3) – 1 (5) Portugal
Robert Lewandowski 2’ – Renato Sanches 33’

Polandia: Fabiański; Pazdan, Glik, Jędrzejczyk, Piszczek; Mączyński (Jodłowiec, 98’), Krychowiak, Grosicki (Kapustka, 82’), Błaszczykowski; Milik, Lewandowski
Portugal: Rui Patricio; Fonte, Pepe, Eliseu, Cédric Soares; William Carvalho (Danilo, 96’), Renato Sanches, Adrien Silva (Moutinho, 73’), João Mario (Quaresma, 80’); Cristiano Ronaldo, Nani

Lagi-lagi Polandia harus melalui drama adu penalty. Lagi-lagi Portugal harus bermain lebih dari 90 menit.
Pertandingan pertama di babak perempat final ini berlangsung dengan begitu sengit.

Peluit baru ditiup, pertandingan baru dimulai, Polandia sudah unggul lebih dulu melalui gol Robert Lewandowski di menit ke-2. Polandia membangun serangan yang begitu cepat dan langsung membuahkan gol. Unggul lebih dulu di menit-menit awal, tentu harapan Polandia melambung. Namun, di menit ke-33, Portugal berhasil menyamakan kedudukan melalui gol Renato Sanches. Setelah itu tidak ada lagi gol yang terjadi sampai akhir babak pertama, akhir babak ke dua, bahkan sampai dua kali 15 menit babak perpanjangan waktu.

Pertandingan akhirnya harus dilanjutkan dengan adu penalty.
Portugal mendapat kesempatan menendang lebih dulu. Penendang pertama dari Portugal adalah Cristiano Ronaldo, yang sukses menyarangkan bola ke gawang.
Penendang pertama dari Polandia, Robert Lewandowski, juga sukses mengeksekusi gilirannya. Begitu juga dengan penendang ke dua dan ke tiga Portugal, Renato Sanches dan João Moutinho, dan penendang ke dua dan ke tiga Polandia, Milik dan Glik. Perbedaan mulai terlihat di penendang ke empat. Penendang ke empat bagi Portugal, Nani, sukses memasukkan bola, sementara Jakub Błaszczykowski, pencetak gol terbanyak bagi Polandia, justru gagal mengeksekusi tendangannya.
Maka, begitu tendangan dari penendang terakhir Portugal, Ricardo Quaresma masuk, otomatis menang lah Portugal.
Lagi-lagi Polandia harus menghadapi drama adu penalty. Namun sayangnya, kali ini mereka harus tersingkir secara terhormat.
Sementara Portugal, untuk kesekian kalinya sepanjang turnamen ini, kembali lolos dari lubang jarum.

Daftar pencetak gol:
3 – Gareth Bale (Wales), Alvaro Morata (Spanyol), Antoine Griezmann (Prancis)
2 – Dimitri Payet (Prancis), Romelu Lukaku (Belgia), Ivan Perisic (Kroasia), Nani, Cristiano Ronaldo (Portugal), Balazs Dzsudzsak (Hungaria), Jakub Blaszczykowski (Polandia), Robbie Brady (Irlandia), Mario Gomez (Jerman), Graziano Pelle (Italia)
1 – Olivier Giroud (Prancis), Nicolai Stanciu, Bogdan Stancu (Rumania), Fabian Schar, Admir Mehmedi, Xherdan Shaqiri (Swiss), Hal Robson-Kanu, Aaron Ramsey, Neil Taylor (Wales), Ondrej Duda, Vladimir Weiss, Marek Hamsik (Slowakia), Eric Dier, James Vardy, Daniel Sturridge, Wayne Rooney (Inggris), Vasili Berezutski, Denis Glushakov (Russia), Luka Modric, Ivan Rakitic, Nikola Kalinic (Kroasia), Arkadiusz Milik, Robert Lewandowski (Polandia), Shkodran Mustafi, Bastian Schweinsteiger, Jerome Boateng, Julian Draxler (Jerman), Gerrard Pique, Nolito (Spanyol), Wes Hoolahan (Irlandia), Emanuele Giaccherini, Eder, Giorgio Chiellini (Italia), Adam Szalai, Zoltan Stieber, Zoltan Gera (Hungaria), Birkir Bjarnason, Gylfi Sigurdsson, Jon Dadi Bodvarsson, Arnor Traustason, Kolbeinn Sigthorsson, Ragnar Sigurdsson (Islandia), Gareth McAuley, Niall McGinn (Irlandia Utara), Milan Skoda, Tomas Necid (Rep. Ceko), Axel Witsel, Radja Nainggolan, Toby Alderweireld, Michy Batshuayi, Eden Hazard, Yannick Carrasco (Belgia), Armando Sadiku (Albania), Burak Yilmaz, Ozan Tufan (Turki), Alessandro Schopf (Austria), Ricardo Quaresma, Renato Sanches (Portugal)

Daftar negara pencetak gol:
8 – Belgia
7 – Wales
6 – Hungaria, Prancis, Jerman, Islandia, Portugal
5 – Kroasia, Spanyol, Italia
4 – Inggris, Polandia
3 – Slowakia, Swiss, Irlandia
2 – Rumania, Russia, Irlandia Utara, Turki, Rep. Ceko
1 – Albania, Swedia, Austria
0 – Ukraina

Jumlah kemasukan gol:
0 – Jerman
1 – Italia
2 – Belgia, Swiss, Prancis, Polandia
3 – Albania, Wales, Swedia, Irlandia Utara
4 – Rumania, Turki, Austria, Kroasia, Spanyol, Islandia, Inggris
5 – Ukraina, Rep. Ceko, Portugal
6 – Russia, Irlandia, Slowakia

8 – Hungaria

Perempat Final: Polandia vs Portugal

Kamis, 30 Juni, 2016

Pertandingan antara Polandia melawan Portugal disebut-sebut sebagai pertarungan antara dua bintang, Robert Lewandowski dan Cristiano Ronaldo.



Polandia tampil meyakinkan di babak penyisihan grup. Mereka mengalahkan Ukraina dan Irlandia Utara, dan hanya bermain imbang saat menghadapi Jerman. Mereka lolos sebagai runners-up hanya karena perbedaan jumlah dan selisih gol dari Jerman.

Portugal lolos dengan terseok-seok dari babak penyisihan grup. Setelah hanya mampu bermain imbang dalam ketiga pertandingan babak penyisihan grup, mereka harus puas hanya lolos sebagai posisi tiga. Sampai babak 16 besar, mereka belum pernah menang dalam waktu normal, 90 menit. Keunggulan tipis 1 - 0 pada saat menghadapi Kroasia di babak 16 besar, didapat pada menit ke-117, hanya tiga menit sebelum akhir babak ke dua perpanjangan waktu.

Namun Polandia pun menang atas Swiss di 16 besar melalui drama adu penalty.

Pertahanan Polandia terbukti sangat rapat. Dalam empat pertandingan, gawang mereka baru kebobolan satu gol, yaitu gol Xherdan Shaqiri yang terjadi di babak 16 besar. Sejauh ini, hanya ada tiga tim yang baru kebobolan kurang dari dua gol, yaitu Jerman yang masih clean sheet, dan Italia yang sama-sama baru kemasukkan satu gol. Namun, dari segi penyerangan, Polandia juga merupakan tim yang cukup hemat dalam mencetak gol. Dalam empat pertandingan, mereka baru mencetak 3 gol.

Sementara Portugal, secara pertahanan, gawang mereka memang sudah kebobolan 4 gol. Tapi mereka sudah mencetak 5 gol dalam empat pertandingan. Tiga di antaranya terjadi dalam satu pertandingan, yaitu pertandingan akhir di babak 16 besar, melawan Hungaria. Walaupun belum pernah memenangkan pertandingan dalam 90 menit, namun penampilan tim asuhan Fernando Santos itu semakin membaik dari pertandingan ke pertandingan.

Pertandingan ini akan berlangsung cukup alot. Semoga akan menjadi permainan yang enak ditonton.


Saturday, June 25, 2016

Pertandingan Babak 16 Besar: Kroasia vs Portugal

Minggu, 26 June 2016

Kroasia 0 – 1 Portugal
Quaresma 117’

Kroasia: Subašić; Vida, Corluka (Kramaric, 120’), Strinić, Srna; Rakitić (Pjaca, 110’), Badelj, Modrić; Mandžukić (Kalinić, 88’), Ivan Perišić
Portugal: Rui Patricio; Fonte, Pepe, Guerreiro, Cédric; William, Adrien S (Danilo, 108’), André Gomes (R. Sanches, 50’), J. Mário (Quaresma, 87’); Cristiano Ronaldo, Nani

Portugal lolos dari lubang jarum!

Meski harus berusaha mati-matian, akhirnya Portugal berhasil melaju ke babak perempat final, setelah menang tipis atas Kroasia di babak 16 besar.

Portugal, yang lolos sebagai salah satu dari empat tim posisi tiga terbaik, tetap lebih diunggulkan, walaupun lawannya adalah Kroasia, yang lolos sebagai juara Grup D dengan mengalahkan tim unggulan lainnya, Spanyol.

Kemenangan atas Spanyol itu tentu membuat anak-anak asuhan Ante Čačić percaya diri saat menghadapi Portugal.

Kedua tim sebenarnya bermain imbang dan saling menyerang dalam porsi yang sama. Di menit ke-25, Pepe menyambut umpan dari Guerreiro dengan sebuah sundulan, yang masih terlalu tinggi di atas mistar gawang. Lima menit kemudian, giliran Ivan Perišić yang gagal memanfaatkan umpan Milan Badelj.

Setengah jam pertandingan berjalan, Kroasia kembali mendapatkan peluang melalui tendangan pojok. Namun peluang itu gagal dimanfaatkan, setelah sundulan Mario Mandžukić meleset dari gawang. Sampai babak pertama berakhir, kedudukan masih imbang tanpa gol.

Di babak ke dua, peluang semakin banyak terjadi, terutama bagi Kroasia. Namun sayangnya, semua peluang itu masih gagal dimanfaatkan oleh pemain Kroasia maupun Portugal. Masih buntu menjelang akhir babak ke dua, Ante Čačić pun memasukkan Nikola Kalinić, pencetak gol pertama bagi Kroasia, saat berhadapan dengan Spanyol. Sementara, Fernando Santos menambah lini depannya dengan memasukkan Ricardo Quaresma menggantikan João Mário. Masuknya Quaresma terbukti mempertajam serangan-serangan Portugal. Namun, di akhir babak ke dua pun, kedudukan masih saja imbang tanpa gol.

Pertandingan dilanjutkan dengan babak perpanjangan waktu. Ini menjadi pertandingan ke dua di babak 16 besar, yang memasukki babak perpanjangan waktu.

Kedua tim masih sama-sama buntu di 15 menit pertama babak perpanjangan waktu. Para pemain dari kedua tim mulai tampak kelelahan setelah bermain selama lebih dari 105 menit. Di babak ke dua perpanjangan waktu, baik Portugal maupun Kroasia mengerahkan segala usaha untuk bisa memenangkan pertandingan tanpa adu penalty. Giliran Ante Čačić yang menambah pasokan lini depannya dengan memasukkan Marko Pjaca menggantikan Ivan Rakitić.

Setelah masuknya Pjaca, serangan Kroasia menjadi lebih tajam dan lebih banyak melakukan serangan. Sempat terjadi beberapa peluang. Di menit ke-113, Domagoj Vida gagal memanfaatkan peluang saat sundulannya meleset tipis di atas gawang Portugal. Dua menit kemudian, Kroasia kembali mendapatkan peluang melalui umpan Kalinić, namun tendangan Ivan Perišić masih berhasil dihalau.

Memasuki menit-menit akhir babak ke dua perpanjangan waktu, baik Portugal maupun Kroasia semakin memusatkan perhatian mereka pada lini depan masing-masing. Kroasia membangun serangan yang begitu rapi dan berbahaya, mengerahkan semua pemainnya ke baris depan, dan mendapatkan peluang emas untuk mencetak gol melalui umpan yang sangat matang, namun bola bergulir begitu saja di depan gawang Portugal, tanpa ada satupun pemain Kroasia yang siap menyambut umpan matang itu.

Serangan itu segera dipatahkan oleh Portugal, yang langsung melancarkan serangan balik yang begitu cepat. Terlalu asik menyerang, barisan pertahanan Kroasia pun kosong melompong. Tiga pemain bertahan Kroasia tidak mampu menghadapi gempuran Renato Sanches, Ronaldo, dan Quaresma. Setelah membawa bola sendirian, Sanches mengirimkan bola pada Ronaldo, yang langsung diumpankan di depan gawang Kroasia, dan Quaresma yang sudah berdiri persis di depan gawang, tinggal menyelesaikan saja umpan yang sudah begitu matang.

Gol bagi Portugal! Kedudukan 1 – 0 untuk keunggulan Portugal. Setelah kebuntuan selama hampir dua jam permainan, Portugal begitu bahagia dan lega dengan gol yang terjadi di menit-menit terakhir itu. Sementara Kroasia tentu kecewa, gagal memanfaatkan peluang yang begitu matang, justru kebobolan melalui serangan balik.

Namun gol itu tidak mematahkan semangat para pemain Kroasia. Menggunakan sisa tiga menit babak perpanjangan waktu, ditambah beberapa menit tambahan, mereka berusaha membalas ketinggalan dari Portugal. Sayangnya, sampai akhir pertandingan, Kroasia tidak berhasil juga membobol gawang Portugal. Mereka pun harus tersingkir secara terhormat dari Piala Eropa 2016.

Sementara Portugal lolos ke babak perempat final, dan akan berhadapan dengan Polandia pada tanggal 30 Juni, 2016 waktu setempat, atau sama dengan tanggal 1 Juli, 2016, jam 2 dini hari Waktu Indonesia Barat.

Daftar pencetak gol:
3 – Gareth Bale (Wales), Alvaro Morata (Spanyol)
2 – Dimitri Payet (Prancis), Romelu Lukaku (Belgia), Ivan Perisic (Kroasia) , Nani, Cristiano Ronaldo (Portugal), Balazs Dzsudzsak (Hungaria), Jakub Blaszczykowski (Polandia)
1 – Olivier Giroud, Antoine Griezmann (Prancis), Nicolai Stanciu, Bogdan Stancu (Rumania), Fabian Schar, Admir Mehmedi, Xherdan Shaqiri (Swiss), Hal Robson-Kanu, Aaron Ramsey, Neil Taylor (Wales), Ondrej Duda, Vladimir Weiss, Marek Hamsik (Slowakia), Eric Dier, James Vardy, Daniel Sturridge (Inggris), Vasili Berezutski, Denis Glushakov (Russia), Luka Modric, Ivan Rakitic, Nikola Kalinic (Kroasia), Arkadiusz Milik (Polandia), Shkodran Mustafi, Bastian Schweinsteiger, Mario Gomez (Jerman), Gerrard Pique, Nolito (Spanyol), Wes Hoolahan, Robbie Brady (Irlandia), Emanuele Giaccherini, Graziano Pelle, Eder (Italia), Adam Szalai, Zoltan Stieber, Zoltan Gera (Hungaria), Birkir Bjarnason, Gylfi Sigurdsson, Jon Dadi Bodvarsson, Arnor Traustason (Islandia), Gareth McAuley, Niall McGinn (Irlandia Utara), Milan Skoda, Tomas Necid (Rep. Ceko), Axel Witsel, Radja Nainggolan (Belgia), Armando Sadiku (Albania), Burak Yilmaz, Ozan Tufan (Turki), Alessandro Schopf (Austria), Ricardo Quaresma (Portugal)

Daftar negara pencetak gol:
7 – Wales
6 – Hungaria
5 – Kroasia, Spanyol, Portugal
4 – Prancis, Islandia, Belgia
3 – Inggris, Slowakia, Jerman, Italia, Polandia, Swiss
2 – Rumania, Russia, Irlandia Utara, Turki, Rep. Ceko, Irlandia
1 – Albania, Swedia, Austria
0 – Ukraina

Jumlah kemasukan gol:
0 – Jerman
1 – Prancis, Italia, Polandia
2 – Inggris, Spanyol, Belgia, Swiss
3 – Albania, Wales, Slowakia, Islandia, Swedia, Irlandia Utara
4 – Rumania, Turki, Irlandia, Hungaria, Portugal, Austria, Kroasia
5 – Ukraina, Rep. Ceko
6 – Russia

Babak 16 Besar: Kroasia vs Portugal

KROASIA vs PORTUGAL

Cukup mengejutkan saat Kroasia, yang berada dalam satu grup yang sama dengan juara bertahan 2 Piala Eropa berturut-turut, Spanyol, bisa lolos ke babak 16 besar sebagai juara Grup D! Di pertandingan pertama, mereka mengalahkan Turki dengan skor tipis 1 - 0. Di pertandingan ke dua, mereka sempat gagal meraih poin penuh setelah ditahan imbang Rep Ceko 2 - 2, sementara Spanyol membantai Turki 3 - 0!

Namun, di pertandingan terakhir yang sangat menentukan, ternyata, secara mengejutkan, mereka mampu mengalahkan Spanyol dengan skor 2 - 1! Kroasia pun lolos sebagai juara grup dengan perolehan 7 poin, sementara Spanyol harus puas menjadi runners-up, dengan selisih hanya 1 poin di bawah Kroasia.

Sementara, Portugal, yang sangat diunggulkan karena nama-nama besar di dalamnya, terutama pemain terbaik dunia, Cristiano Ronaldo, justru terseok-seok di babak penyisihan. Setelah ditahan imbang dalam ketiga pertandingan di babak penyisihan grup, mereka hanya bisa lolos sebagai empat peringkat tiga terbaik, karena masih menang selisih gol dari tiga tim posisi tiga lainnya.

Tapi apakah lantas Portugal akan tersingkir di tangan Kroasia?

KROASIA:
Pelatih: Ante Čačić

Penjaga gawang:
Ivan Vargić (1), 29 tahun, klub: Rijeka
Lovre Kalinić (12), 26 tahun, klub: Hajduk Split
Danijel Subašić (23), 31 tahun, klub: Monaco

Belakang:
Šime Vrsaljko (2), 24 tahun, klub: Sassuolo
Ivan Strinić (3), 28 tahun, klub: Napoli
Vedran Ćorluka (5), 30 tahun, klub: Lokomotiv Moskva
Tin Jedvaj (6), 20 tahun: klub: Leverkusen
Darijo Srna (11), 34 tahun, klub: Shakhtar Donetsk
Gordon Schildenfeld (13), 31 tahun, klub: Dinamo Zagreb
Domagoj Vida (21), 27 tahun, klub: Dynamo Kyiv

Tengah:
Ivan Perišić (4), 27 tahun, klub: Internazionale
Ivan Rakitić (7), 28 tahun, klub: Barcelona
Mateo Kovačić (8), 22 tahun, klub: Real Madrid
Luka Modrić (10), 30 tahun, klub: Real Madrid
Marcelo Brozović (14), 23 tahun, klub: Internazionale
Marko Rog (15), 20 tahun, klub: Dinamo Zagreb
Ante Ćorić (18), 19 tahun, klub: Dinamo Zagreb
Milan Badelj (19), 27 tahun, klub: Fiorentina

Depan:
Andrej Kramarić (9), 25 tahun, klub: Hoffenheim
Nikola Kalinić (16), 28 tahun, klub: Fiorentina
Mario Mandžukić (17), 30 tahun, klub: Juventus
Marko Pjaca (20), 21 tahun, klub: Dinamo Zagreb
Duje Čop (22), 26 tahun, klub: Málaga

:
PORTUGAL:
Pelatih: Fernando Santos

Penjaga gawang:
Rui Patricio (1), 28 tahun, klub: Sporting CP
Anthony Lopes (12), 25 tahun, klub: Lyon
Eduardo (22), 33 tahun, klub: Dinamo Zagreb

Belakang:
Bruno Alves (2), 34 tahun, klub: Fenerbache
Pepe (3), 33 tahun, klub: Real Madrid
José Fonte (4), 32 tahun, klub: Southampton
Raphael Guerreiro (5), 22 tahun, klub: Lorient
Ricardo Carvalho (6), 38 tahun, klub: Monaco
Eliseu (19), 32 tahun, klub: Benfica
Cédric (21), 24 tahun, klub: Southampton

Tengah:
João Moutinho (8), 29 tahun, klub: Monaco
João Mário (10), 23 tahun, klub: Sporting CP
Vieirinha (11), 30 tahun, klub: Wolfsburg
Danilo (13), 24 tahun, klub: Porto
William Carvalho (14), 24 tahun, klub: Sporting CP
André Gomes (15), 22 tahun, klub: Valencia
Renato Sanches (16), 18 tahun, klub: Benfica
Rafa Silva (18), 23 tahun, klub: Braga
Adrien Silva (23), 27 tahun, klub: Sporting CP

Depan:
Cristiano Ronaldo (7), 31 tahun, klub: Real Madrid
Éder (9), 28 tahun, klub: LOSC
Nani (17), 29 tahun, klub: Fenerbahçe

Ricardo Quaresma (20), 32 tahun, klub:Beşiktaş

Wednesday, June 22, 2016

Hasil Pertandingan-pertandingan Penentuan di Grup F

Kamis, 23 Juni, 2016


Hungaria 3 - 3 Portugal
Zoltan Gera 19', Balazs Dzsudzsak 47', 55' - Nani 42', Cristiano Ronaldo 50', 62'

Hungaria: Kiraly; Korhut, Juhasz, Guzmics, Lang; Lovrencsics (Stieber, 83'), Pinter, Elek, Gera (Bese, 45'), Dzsudzsak; Szalai (Nemeth, 70')
Portugal: Patricio; Pepe, carvalho, Eliseu, Vieirinha; William,  Ronaldo, Moutinho (Sanches, 45'), Mario, Eder, Gomes (Quaresma, 61'); Nani (Danilo, 81')

Pertemuan Hungaria dengan Portugal di pertandingan terakhir babak penyisihan Grup F berlangsung dengan sangat menarik dan dipenuhi gol cantik. Kedua tim saling menyerang dan menyajikan permainan yang sungguh enak ditonton.

Portugal membutuhkan hasil imbang untuk setidaknya lolos sebagai posisi tiga. Hungaria yang sudah pasti lolos ke babak 16 besar, masih bermain ngotot karena tidak sudi tergeser dari posisi juara Grup F.

Hungaria unggul lebih dulu di menit ke-19 melalui gol Zoltan Gera. Setelah terjadi kemelut di depan gawang Portugal, bola muntahan disambut Gera dengan tendangan jarak jauh yang sukses menyarangkan bola di gawang Rui Patricio.

Gol  Gera, hasil tendangan jarak jauh di luar kotak penalty

Babak pertama hampir saja berakhir dengan keunggulan Hungaria 1 - 0. Namun, di menit ke-42, Portugal berhasil menyamakan kedudukan melalui gol Nani. Skor 1 - 1 mengakhiri babak pertama.

Nani menyamakan kedudukan di akhir babak pertama

Di awal babak ke dua, Hungaria kembali unggul melalui gol Balazs Dzsudzsak di menit ke-47.

Balazs Dzsudzsak, pencetak dua gol bagi Hungaria

Namun keunggulan itu tidak bertahan lama. Di menit ke-50, Ronaldo segera membalas gol dari Dzsudzsak tersebut.

Akhirnya Ronaldo menunjukkan kualitasnya sebagai bintang Eropa

Di menit ke-55, giliran Dzsudzsak yang membalas gol Ronaldo dengan gol ke duanya, sehingga sekali lagi Hungaria mengungguli Portugal. Gol ke dua Dzsudzsak tersebut sempat membuat Ronaldo frustrasi. Ronaldo tertangkap kamera sedang memaki, tak lama setelah terjadinya gol ke tiga Hungaria itu.

Namun, saling membalas gol antara Dzsudzsak dengan Ronaldo masih dilanjutkan dengan gol ke dua Ronaldo di menit ke-62, sehingga kedudukan kembali imbang 3 - 3. Hasil ini otomatis menyingkirkan Albania dari Piala Eropa 2016. Sementara Turki masih punya sedikit harapan dari hasil Grup E nanti.

:

Islandia 2 - 1 Austria
Jon Dadi Bodvarsson 18', Arnor Traustason 94' - Alessandro Schopf 60'

Islandia: Halldórsson; Sigurdsson, Árnason, Skúlason, Saevarsson; Sigurdsson, Gunnarsson, Birkir Bjarnason, Gudmundsson (Ingason, 86'); Bodvarsson (Elmar Bjarnason, 71'), Sigthorsson (Traustason, 80')
Austria: Almer; Dragovic, Hinteregger, Prödl (Janko, 45'), Fuchs; Klein, Ilsanker (Schöpf, 45'), Baumgartlinger, Arnautovic; Sabitzer, Alaba

Di pertandingan lainnya, Islandia berhasil mengamankan posisinya sebagai runners-up Grup F, setelah sukses mengalahkan Austria dengan skor 2 - 1.

Islandia unggul lebih dulu melalui gol Jon Dadi Bodvarsson di menit ke-18. Gol itu membuat Islandia unggul 1 - 0 sampai akhir babak pertama.

Jon Dadi Bodvarsson, pencetak gol bagi Islandia di babak pertama

Di babak ke-2, Austria berhasil menyamakan kedudukan melalui gol perdananya selama Piala Eropa 2016, yang dicetak oleh Alessandro Schopf di menit ke-60. Gol ini membuat Austria meninggalkan Ukraina sendirian dalam daftar tim yang tidak mencetak satu gol pun sepanjang Piala Eropa 2016.

Alessandro Schopf, satu-satunya pencetak gol bagi Austria di Piala Eropa 2016

Memasuki babak injury time, kedudukan masih imbang 1 - 1. Namun, pada menit terakhir, akhirnya Islandia berhasil mencetak gol melalui Arnor Traustason. Arnor Traustason, yang masuk di menit ke-80, menggantikan Kolbeinn Sigthorsson terbukti ampuh menajamkan serangan Islandia.

Gol Arnor Traustason mengamankan posisi Islandia sebagai runners-up Grup F

Pertandingan berakhir dengan skor 2 - 1 bagi keunggulan Islandia. Hasil ini mengamankan Islandia di posisi runners-up Grup F, sekaligus menyingkirkan Austria dari Piala Eropa 2016.

Ironisnya, sepanjang pertandingan, sebenarnya Austria jauh lebih menguasai permainan, dengan penguasaan bola sebesar 63%. Namun apa daya, serangan-serangan maupun barisan pertahanan Islandia masih lebih efektif.

Klasemen akhir Grup F

Dengan hasil akhir ini, Portugal yang berada di posisi tiga Grup F, bergabung dengan Slowakia dan Irlandia Utara, memastikan diri lolos ke babak 16 besar, sekaligus menyingkirkan Albania dari kandidat 4 terbaik posisi tiga. Sementara bagi Turki, kini harapan mereka tinggal mengalahkan poin posisi tiga dari Grup E yang akan segera bertanding.


Daftar pencetak gol:
3 – Gareth Bale (Wales), Alvaro Morata (Spanyol)
2 – Dimitri Payet (Prancis), Romelu Lukaku (Belgia), Ivan Perisic (Kroasia) , Nani, Cristiano Ronaldo (Portugal), Balazs Dzsudzsak (Hungaria)
1 – Olivier Giroud, Antoine Griezmann (Prancis), Nicolai Stanciu, Bogdan Stancu (Rumania), Fabian Schar, Admir Mehmedi (Swiss), Hal Robson-Kanu, Aaron Ramsey, Neil Taylor (Wales), Ondrej Duda, Vladimir Weiss, Marek Hamsik (Slowakia), Eric Dier, James Vardy, Daniel Sturridge (Inggris), Vasili Berezutski, Denis Glushakov (Russia), Luka Modric, Ivan Rakitic, Nikola Kalinic (Kroasia), Arkadiusz Milik, Jakub Blaszczykowski (Polandia), Shkodran Mustafi, Bastian Schweinsteiger, Mario Gomez (Jerman), Gerrard Pique, Nolito (Spanyol), Wes Hoolahan (Irlandia), Emanuele Giaccherini, Graziano Pelle, Eder (Italia), Adam Szalai, Zoltan Stieber, Zoltan Gera (Hungaria), Birkir Bjarnason, Gylfi Sigurdsson, Jon Dadi Bodvarsson, Arnor Traustason (Islandia), Gareth McAuley, Niall McGinn (Irlandia Utara), Milan Skoda, Tomas Necid (Rep. Ceko), Axel Witsel (Belgia), Armando Sadiku (Albania), Burak Yilmaz, Ozan Tufan (Turki), Alessandro Schopf (Austria)

Saturday, June 18, 2016

Hasil Pertandingan Grup F: Portugal vs Austria

Minggu, 19 Juni, 2016

Portugal 0 – 0 Austria

Portugal: Patricio; Ricardo Carvalho, Pepe, Guerreiro; Vieirinha, Moutinho, William Carvalho, A. Gomes (Eder, 83’), Quaresma (Mario, 71’); C. Ronaldo, Nani (Rata, 89’)
Austria: Almer; Hinteregger, Prodl, Fuchs, Klein; Ilsanker (Wimmer, 87’), Baumgartlinger; Arnautovic, Alaba (Schopf, 65’), Harnik; Sabitzer (Hinterseer, 85’)

Portugal kembali gagal meraih poin penuh saat ditahan imbang Austria tanpa gol.
Meski terjadi begitu banyak peluang bagi kedua tim sejak awal pertandingan, namun tidak satupun dari peluang itu yang bisa membuahkan gol.

Menit ke-6, sundulan Nani ke gawang Austria masih meleset keluar gawang. Menit ke-12, Nani kembali mengancam gawang Austria setelah menerima umpan dari Cristiano Ronaldo, namun serangan itu masih bisa ditepis oleh Robert Almer.

Portugal cukup menguasai pertandingan di babak pertama, namun baik Portugal maupun Austria sama-sama saling menyerang. Sayangnya, serangan-serangan itu selalu berakhir dengan melesetnya bola dari gawang, dipatahkannya serangan oleh barisan pertahanan lawan, ditepisnya bola oleh penjaga gawang, atau penyerang-penyerang yang sudah terlebih dahulu terkena off-side.

Bahkan di babak ke dua, Portugal mendapatkan hadiah penalty setelah Cristiano Ronaldo dilanggar di kotak penalty. Namun, Ronaldo gagal mengeksekusi penalty, tendangannya membentur tiang gawang.
Akhirnya, setelah bermain lebih dari 90 menit, kedua tim sama-sama gagal mencetak gol, sekaligus gagal meraih poin penuh.

Cristiano Ronaldo tampak frustrasi setelah berkali-kali gagal memanfaatkan peluang

Pertandingan tanpa gol ini bukan saja bertabur peluang emas, namun juga bertabur pelanggaran, bahkan beberapa di antaranya diganjar kartu kuning. Dua pemain Portugal dan empat pemain Austria menerima kartu kuning atas pelanggaran yang mereka lakukan. Pemain-pemain itu adalah Quaresma, Pepe, Harnik, Fuchs, Hinteregger, dan Schopf.

Hasil imbang ini membuat peluang tetap terbuka bagi keempat tim untuk lolos maupun tidak lolos ke babak 16 besar. Hungaria, yang sementara memimpin klasemen grup F dengan perolehan 4 poin, masih bisa tersingkir, atau lolos sebagai posisi tiga, apabila di pertandingan terakhir mereka kalah dari Portugal, dan Islandia menang atas Austria. Baik Portugal maupun Islandia tentu akan mati-matian berusaha meraih poin penuh di pertandingan terakhir mereka. Austria sebagai juru kunci sementara di grup F pun masih punya peluang lolos sebagai runner-up, bila mereka berhasil mengalahkan Islandia, dan Portugal mengalahkan Hungaria di pertandingan terakhir.


Daftar pencetak gol:
2 – Dimitri Payet (Prancis), Gareth Bale (Wales), Alvaro Morata (Spanyol), Romelu Lukaku (Belgia)
1 – Olivier Giroud, Antoine Griezmann (Prancis), Nicolai Stanciu, Bogdan Stancu (Rumania), Fabian Schar, Admir Mehmedi (Swiss), Hal Robson-Kanu (Wales), Ondrej Duda, Vladimir Weiss, Marek Hamsik (Slowakia), Eric Dier, James Vardy, Daniel Sturridge (Inggris), Vasili Berezutski, Denis Glushakov (Russia), Luka Modric, Ivan Perisic, Ivan Rakitic (Kroasia), Arkadiusz Milik (Polandia), Shkodran Mustafi, Bastian Schweinsteiger (Jerman), Gerrard Pique, Nolito (Spanyol), Wes Hoolahan (Irlandia), Emanuele Giaccherini, Graziano Pelle, Eder (Italia), Adam Szalai, Zoltan Stieber (Hungaria), Nani (Portugal), Birkir Bjarnason, Gylfi Sigurdsson (Islandia), Gareth McAuley, Niall McGinn (Irlandia Utara), Milan Skoda, Tomas Necid (Rep. Ceko), Axel Witsel (Belgia)

Tuesday, June 14, 2016

Hasil-hasil Pertandingan Pertama Grup F

Rabu, 15 Juni, 2016

Hungaria 2 – 0 Austria
Adam Szalai 62’, Zoltan Stieber 87’
Hungaria: Kiraly; Lang, Guzmics, Gera, Kadar; Fiola, Kleinheisler (Stieber, 79’), Nagy; Dzsudzsak, Nemeth (Pinter, 89’), Szalai (Priskin, 69’)
Austria: Almer; Hinteregger, Dragovic (kartu merah, 66’), Fuchs, Klein; Junuzovic (Sabitzer, 60’), Alaba, Baurngartlinger; Janko (Okotie, 65’), Arnautovic, Harnik (Schopf, 78’)
Pertandingan yang sangat menarik terjadi di Grup F saat Hungaria berhadapan dengan Austria. Walaupun di babak pertama bermain imbang tanpa gol, namun sejak menit-menit awal sudah banyak serangan berbahaya yang hampir membuahkan gol baik bagi Hungaria maupun Austria. Setelah bermain imbang di babak pertama, di babak ke dua, serangan-serangan yang dilancarkan Hungaria akhirnya berhasil membuahkan gol yang dicetak oleh Adam Szalai di menit ke-62. Empat menit kemudian, Aleksandar Dragovic harus menerima kartu merah ke duanya, sehingga Austria terpaksa bermain dengan 10 pemain. Keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan dengan baik oleh Hungaria. Di menit ke-87, Zoltan Stieber, yang baru masuk menggantikan Laszlo Kleinheisler, menambah keunggulan Hungaria menjadi 2 – 0. Sementara Gabor Kiraly, sebagai pemain tertua di kompetisi Piala Eropa, terbukti masih tangguh di bawah mistar gawang, dan berhasil menahan serangan-serangan Austria hingga akhir pertandingan.

Portugal 1 – 1 Islandia
Nani 31’ – Birkir Bjarnason 50’
Portugal: Patricio; Carvalho, Pepe, Danilo, Guerreiro; Vieirinha, Moutinho (Sanches, 71’), Mario (Quaresma, 76’), Gomes (Eder, 84’); Ronaldo, Nani
Islandia: Halldorsson; Arnason, Ragnar Sigurdsson, Skulason, Saevarsson; Gylfi Sigurdsson, Gunnarsson, Birkir Bjarnason; Gudmundsson (Elmar Bjarnason, 90’), Bodvarsson, Sigthorsson (Finnbogason, 81’)
Sementara itu, di pertandingan ke dua di penyisihan Grup F, Portugal yang sangat diunggulkan, dengan keberadaan pemain-pemain bintangnya, gagal meraih poin penuh setelah ditahan imbang 1 – 1 oleh Islandia. Islandia, tanpa diduga, memberikan perlawanan yang sengit pada Cristiano Ronaldo dkk. Di babak pertama, Portugal sudah sempat unggul melalui gol yang dicetak oleh Nani di menit ke-31. Namun, memasuki babak ke-2, Islandia berhasil menyamakan kedudukan di menit ke-50 melalui gol Birkir Bjarnason. Sementara itu, pemain termahal dunia, Cristiano Ronaldo, berkali-kali gagal memanfaatkan peluang untuk mencetak gol.



Daftar pencetak gol:

1 - Olivier Giroud, Dimitri Payet (Prancis), Nicolai Stanciu (Rumania), Fabian Schar (Swiss), Gareth Bale, Hal Robson-Kanu (Wales), Ondrej Duda (Slowakia), Eric Dier (Inggris), Vasili Berezutski (Russia), Luca Modric (Kroasia), Arkadiusz Milik (Polandia), Shkodran Mustafi, Bastian Schweinsteiger (Jerman), Gerrard Pique (Spanyol), Wes Hoolahan (Irlandia), Emanuele Giaccherini, Graziano Pelle (Italia), Adam Szalai, Zoltan Stieber (Hungaria), Nani (Portugal), Birkir Bjarnason (Islandia)

Monday, June 13, 2016

Tim-tim Peserta Piala Eropa 2016

Sabtu, 11 Juni, 2016

Piala Eropa 2016 yang ditunggu-tunggu akhirnya dimulai. Prancis sebagai tuan rumah untuk Piala Eropa tahun ini, sudah menyediakan 10 stadion di 10 kota untuk jalannya pertandingan, dan 24 kota untuk menjamu 24 tim peserta, yaitu:

Grup A:
Prancis
Swiss
Rumania
Albania

Grup B:
Wales
Inggris
Russia
Slowakia

Grup C:
Jerman
Ukraina
Polandia
Irlandia Utara

Grup D:
Spanyol
Turki
Ceko
Kroasia

Grup E:
Belgia
Italia
Republik Irlandia
Swedia

Grup F:
Portugal
Islandia
Austria
Hongaria

Berbeda dengan Piala Eropa sebelumnya, yang diikuti 16 negara yang terbagi dalam 4 grup saja, Piala Eropa tahun ini mengikutsertakan 24 negara yang terbagi ke dalam 6 grup. Kalau biasanya yang lolos ke babak gugur hanya juara dan runner-up dari masing-masing grup, maka tahun ini, empat tim terbaik dari tim-tim yang menduduki posisi tiga di masing-masing grup, juga berkesempatan untuk masuk ke babak gugur, sehingga nantinya akan menjadi babak 16 besar.

Prancis, sebagai tuan rumah, berada di grup A, dan bertanding dalam partai pembuka melawan Rumania. Dua tim lain yang berada dalam satu grup adalah Albania dan tim kuda hitam Swiss. Di grup B, Inggris sepertinya menjadi tim yang paling diunggulkan untuk lolos sebagai juara grup, di antara Wales, Russia, dan Slowakia. Tim Panzer Jerman yang saat ini masih menjadi tim favorit, berada di grup C bersama Irlandia Utara, Ukraina, dan Polandia.

Walaupun penampilan mereka di Piala Dunia 2014 cukup mengecewakan, sepertinya Spanyol masih menjadi tim andalan di grup D. Namun tim-tim lain di grup D juga merupakan tim kuda hitam yang kuat, seperti Turki, Kroasia, dan Cekoslowakia. Persaingan di grup E bisa dibilang akan cukup berat dengan tim-tim seperti Italia, Irlandia, Swedia, dan Belgia di dalamnya. Mungkin pertandingan-pertandingan di grup E akan menjadi pertandingan yang paling ditunggu-tunggu bagi penonton di seluruh dunia.

Dan terakhir, di grup F, Portugal menjadi kandidat kuat untuk lolos ke babak 16 besar. Namun kita akan menantikan kejutan yang mungkin muncul dari Islandia, Austria, dan Hongaria.

Sayangnya, di antara tim-tim besar Eropa, semifinalis Piala Dunia 2014, Belanda tidak bisa ikut berpartisipasi dalam perhelatan Piala Eropa tahun ini.


Bagaimanapun, Piala Eropa tahun ini akan menjadi hiburan yang menarik selama bulan ramadhan! Selamat menikmati!