Friday, June 24, 2016

Copa America Centenario: part 1

Jumat, 24 Juni, 2016


Oke, rehat sejenak dari Piala Eropa 2016.
Gue mau bahas tentang Copa America 2016, yang berlangsung hampir bersamaan dengan Piala Eropa.

Kenapa gue bahas Piala Eropa, tapi nggak bahas soal Copa America 2016?
Karena gue pikir Copa America nggak bakal seru. Kekuatan antar timnya itu terlalu jomplang. Ya udah pasti lah Argentina menang telak dari semuanya. Argentina itu levelnya Eropa!

Nah, Brazil aja sih nih yang gue kecewa banget.
Dari dulu sampe sekarang, gue penggemar fanatik tim samba! Pokoknya, mau tim samba lagi bagus apa jelek, gue nggak peduli! Gue tetep cinta Brazil! Kalo di kerah jersey Brazil ada tulisan “Nascido para jogar futbol” (born to play football), bagi gue, “Nascido para amar Brasil!” (born to love Brazil).
Tapi udah bertahun-tahun nih Brazil terpuruk. Sedih deh. Masa lolos dari babak penyisihan grup aja nggak!?? Gila parah banget emang Brazil!

Selain itu, nggak cuma gue aja, tapi animo masyarakat di Indonesia pada umumnya, yah at least temen-temen di sekitar gue, kurang terhadap Copa America, dibandingkan dengan Piala Eropa. Ya mungkin alasannya sama kaya gue. Pertama, persaingannya kurang greget. Ke dua, jam siaran langsungnya emang nggak masuk akal buat diikutin orang Indonesia.

Kalo Piala Eropa kan enak, (dalam WIB) jam 8 malem, jam 11 malem, sama jam 2 pagi. Sekalian sahur. Kebetulan bulan ini orang-orang muslim juga lagi pada puasa. Nah kalo Copa America kan jadwalnya jam 4 pagi, jam 6 pagi, jam 8 pagi WIB. Yang ada orang-orang lagi pada siap-siap ngantor lah.
So, gue ngerti sih kalo orang-orang cenderung lebih ngikutin Piala Eropa.

Tapi rasanya nggak fair juga kalo nggak bahas apa-apa soal Copa America tahun ini. Karena Copa America tahun ini sebenernya special banget! Special karena merupakan tahun ke-100 sejak pertama kalinya turnamen ini digelar. Karena itu lah namanya ‘Copa America Centenario’.

Dan, walaupun kekuatan antar tim sangatlah timpang, ada beberapa hal menarik yang terjadi sepanjang Copa America ini.

Yang pertama, salut sama tuan rumah, Amerika Serikat, yang sukses menyelenggarakan Copa America tahun ini dengan sempurna! Amerika Serikat, yang notabenenya bukan negara sepakbola! Bukan itu aja, tapi penampilan mereka, sebagai negara yang bukan penggemar sepakbola, sama sekali tidak memalukan!

Ke dua, ternyata peta kekuatan antar tim tidak setimpang itu! Terbukti dengan banyaknya kejutan di babak penyisihan grup. Buktinya Brazil sama Uruguay aja bisa tersingkir! Hahaha (ketawa miris sambil nangis)

Sekarang, sebelum perebutan juara tiga dan final, gue bahas singkat aja jalannya kompetisi Copa America mulai dari babak penyisihan grup sampe semi final kemaren.

Copa America 2016 diikuti 16 peserta, yang terbagi dalam 4 grup, yaitu:
Grup A: Colombia, Amerika Serikat, Costa Rica, Paraguay
Grup B: Brazil, Ecuador, Peru, Haiti
Grup C: Uruguay, Mexico, Venezuela, Jamaika
Grup D: Argentina, Chile, Panama, Bolivia

Grup A:

Amerika mengawali babak penyisihan grup ini sebagai juru kunci, setelah kalah 0 – 1 dari Colombia, sementara dua tim lainnya, Paraguay dan Costa Rica bermain imbang. Namun, di pertandingan ke dua, secara mengejutkan, Amerika membantai Costa Rica dengan 4 gol tanpa balas! Sementara itu, Colombia sang juara grup sementara, memperkuat posisinya dengan mengalahkan Paraguay 2 – 1. Di pertandingan terakhir, ternyata Colombia kalah 2 – 3 dari Costa Rica. Sementara Amerika menang tipis 1 – 0 melawan Paraguay.

Berbeda dengan sistem peringkat di Piala Eropa, yang mengutamakan skor head-to-head antara dua tim yang memiliki poin yang sama, Copa America lebih mengutamakan selisih gol. Dengan begitu, Amerika Serikat, yang awalnya juru kunci, malah lolos ke babak perempat final sebagai juara grup, karena menang selisih gol dari Colombia!


Grup B

Bagaimanapun performa Brazil selama tahun-tahun terakhir, Brazil masih menjadi unggulan dalam setiap turnamen internasional yang diikutinya. Namun, Brazil, yang tidak mengikutsertakan Neymar, Thiago Silva, dan Marcelo ke dalam squad Copa America 2016, gagal memenuhi ekspektasi para penggemarnya.

Di pertandingan pertama, Brazil hanya mampu bermain imbang melawan Ecuador, sementara Peru mengalahkan Haiti 1 – 0. Harapan para penggemar terhadap Brazil tentu kembali melambung saat Brazil membantai Haiti dengan skor 7 – 1 di pertandingan ke dua mereka. Sementara, giliran Peru dan Ecuador yang bermain imbang 2 – 2. Dengan selisih golnya, Brazil menggeser posisi Peru sebagai juara grup.

Namun, di pertandingan terakhir, ternyata Brazil malah kalah tipis 0 – 1 dari Peru! Sementara Ecuador membantai Haiti dengan skor 4 – 0. Brazil pun tersingkir bersama Haiti, tim yang mereka bantai di pertandingan ke dua. Peru melaju sebagai juara grup dengan perolehan 7 poin, dan Ecuador sebagai runners-up dengan 5 poin.


Grup C

Dengan nama-nama top seperti Luis Suarez, Edinson Cavani, dan Diego Godin, tentunya banyak yang memprediksikan Uruguay bakal lolos bersama Mexico ke babak perempat final. Namun, lagi-lagi kejutan terjadi di Grup C.

Di pertandingan pertama mereka, Uruguay kalah 1 – 3 dari Mexico, sementara Venezuela menang 1 – 0 atas Jamaika si anak bawang. Kalah dari Mexico, yang masih sama-sama tim unggulan, masih bisa dimaklumi. Namun, di pertandingan ke dua, Uruguay kembali kalah, kali ini kalah 0 – 1 dari Venezuela. Sementara itu, Mexico menang 2 – 0 atas Jamaika.

Setelah Mexico dan Venezuela sama-sama menang dua kali dan mengumpulkan 6 poin di dua pertandingan pertama, mereka otomatis lolos ke babak perempat final. Uruguay dan Jamaika otomatis tersingkir. Di pertandingan ke tiga, akhirnya Uruguay bisa menang juga, 3 – 0 lawan Jamaika. Tapi hasil pertandingan itu tidak ada artinya bagi Uruguay maupun Jamaika. Sedangkan di pertandingan lain, Mexico dan Venezuela bermain imbang 1 – 1. Mexico yang akhirnya menjadi juara grup karena masih unggul selisih dan jumlah gol.


Grup D

Berbeda dengan tiga grup lainnya, tidak ada drama ataupun kejutan di Grup D. Argentina, yang memang diunggulkan, karena penuh dengan pemain bintang, memenangi tiga dari tiga pertandingan penyisihan grup. Menang 2 – 1 atas tim unggulan lainnya, Chile, membantai Panama 5 – 0, dan Bolivia 3 – 0. Argentina pun lolos dengan mulus sebagai juara grup.

Di bawahnya, tim unggulan lainnya, Chile, lolos sebagai runners-up, setelah mengalahkan dua tim lainnya, dan hanya kalah dari Argentina di pertandingan pertama. Chile menang 2 – 1 atas Bolivia, dan memastikan timnya sebagai runners-up setelah menang 4 – 2 atas Panama di pertandingan terakhir, sementara Bolivia dikalahkan Argentina.

Panama sendiri hanya menang satu kali, saat mengalahkan Bolivia 2 – 1 di pertandingan pertama.
Tidak ada hasil imbang di grup ini. Tidak ada kejutan. Hirarkinya jelas: Bolivia selalu kalah, Panama hanya bisa menang dari Bolivia, Chile hanya kalah dari Argentina, dan Argentina selalu menang.

Dengan demikian, delapan tim yang lolos ke babak perempat final adalah Amerika Serikat, Colombia, Peru, Ecuador, Mexico, Venezuela, Argentina, dan Chile.


Bersambung…

No comments:

Post a Comment