lanjutan dari posting sebelumnya, "Copa America Centenario: part 1"
Link: http://sikomentator.blogspot.co.id/2016/06/copa-america-centenario-part-1.html
Link: http://sikomentator.blogspot.co.id/2016/06/copa-america-centenario-part-1.html
Yang membuat Copa America lebih menarik dan enak ditonton,
adalah permainannya yang lebih terbuka dibandingkan pertandingan-pertandingan
di Piala Eropa. Pertandingan-pertandingan Copa America selalu penuh dengan gol.
Walaupun tidak semua gol itu secantik gol-gol di Piala Eropa.
Di babak perempat final, tim-tim yang lolos dari Grup A
berhadapan dengan tim-tim yang lolos dari Grup B, sementara tim-tim dari Grup C
berhadapan dengan tim-tim dari Grup D.
Pertandingan-pertandingan antara tim Grup A dengan tim Grup
B masih cukup seimbang. Tuan rumah sekaligus juara Grup A, Amerika Serikat
menang tipis 2 – 1 atas runners-up Grup B, Ecuador. Sementara di pertandingan
ke dua, juara Grup B, Peru dan runners-up Grup A, Colombia bermain imbang 0 –
0, sehingga akhirnya pemenang harus ditentukan melalui adu penalty. Drama adu
penalty tersebut dimenangkan oleh Colombia 4 – 2.
Namun, berbeda dengan pertandingan antara tim-tim Grup A
dengan Grup B, tidak ada drama dalam pertandingan perempat final antara tim-tim
Grup C dengan Grup D. Dua tim jebolan Grup D, Argentina dan Chile, sama-sama
membabat lawannya tanpa ampun. Juara Grup D, Argentina menumbangkan runners-up
Grup C, Venezuela dengan skor telak 4 – 1. Sementara runners-up Grup D, Chile, yang agak
lebih mengejutkan, membantai juara Grup C, Mexico dengan 7 gol tanpa balas!
Hasil akhir, kedua tim dari Grup A, Amerika dan Colombia,
dan kedua tim dari Grup D, Argentina dan Chile, sama-sama lolos ke semi final.
Amerika Serikat berhadapan dengan Argentina, sementara Chile berhadapan dengan
Colombia.
Selain Chile yang mereka hadapi di pertandingan pertama
mereka di babak penyisihan grup, Argentina belum juga menemukan lawan yang
cukup seimbang. Argentina terlalu kuat bagi semua tim yang dihadapinya setelah Chile.
Di penyisihan grup, Panama dibantai 5 – 0 dan Bolivia 3 – 0, di perempat final,
giliran Venezuela dibantai 4 – 1, dan di semifinal, akhirnya perjalanan tuan rumah
Amerika Serikat juga harus berakhir di tangan Argentina. Lagi-lagi Argentina
melakukan pembantaian, kali itu dengan skor 4 – 0.
Pertandingan ke dua di babak semifinal adalah Chile
berhadapan dengan Colombia. Cuaca buruk benar-benar mengganggu jalannya
pertandingan. Sama seperti Argentina, Chile pun belum menemukan lawan yang
seimbang selama Copa America, selain Argentina. Dalam 11 menit babak pertama, Chile
sudah unggul 2 – 0 atas Colombia.
Menjelang babak ke dua, hujan badai disertai petir dan angin
kencang membuat pertandingan babak ke dua terpaksa ditunda. Para pemain harus
menunggu sangat lama, tanpa tahu pasti, kapan cuaca akan cukup bersahabat untuk
memungkinkan berlangsungnya pertandingan babak ke dua. Setelah dua jam lebih, akhirnya
pertandingan kembali dilanjutkan, walaupun kondisi lapangan masih basah dan
licin. Tidak terjadi gol di babak ke dua. Chile melaju ke final setelah menang
2 – 0 atas Colombia.
Setelah babak semifinal selesai, dua pertandingan yang
tersisa, final dan perebutan juara 3, sama-sama menjadi pertandingan reuni. Juara
dan runners-up Grup A, Amerika Serikat dan Colombia, akan kembali bertemu untuk
memperebutkan tempat ke tiga. Sementara, juara dan runners-up Grup D, Argentina
dan Chile, akan kembali bertemu di final.
Pertandingan perebutan tempat ke tiga antara Amerika Serikat
berhadapan dengan Colombia akan digelar pada hari Minggu pagi, tanggal 26 Juni,
2016, jam 7 WIB. Final Copa America akan digelar pada hari berikutnya, Senin,
27 Juni, 2016, jam 7 pagi WIB.
Akankah Chile membuat kejutan dengan mengalahkan Argentina
di final nanti?
No comments:
Post a Comment