Friday, June 24, 2016

Copa America Centenario: part 2

lanjutan dari posting sebelumnya, "Copa America Centenario: part 1"

Link: http://sikomentator.blogspot.co.id/2016/06/copa-america-centenario-part-1.html

Yang membuat Copa America lebih menarik dan enak ditonton, adalah permainannya yang lebih terbuka dibandingkan pertandingan-pertandingan di Piala Eropa. Pertandingan-pertandingan Copa America selalu penuh dengan gol. Walaupun tidak semua gol itu secantik gol-gol di Piala Eropa.

Di babak perempat final, tim-tim yang lolos dari Grup A berhadapan dengan tim-tim yang lolos dari Grup B, sementara tim-tim dari Grup C berhadapan dengan tim-tim dari Grup D.

Pertandingan-pertandingan antara tim Grup A dengan tim Grup B masih cukup seimbang. Tuan rumah sekaligus juara Grup A, Amerika Serikat menang tipis 2 – 1 atas runners-up Grup B, Ecuador. Sementara di pertandingan ke dua, juara Grup B, Peru dan runners-up Grup A, Colombia bermain imbang 0 – 0, sehingga akhirnya pemenang harus ditentukan melalui adu penalty. Drama adu penalty tersebut dimenangkan oleh Colombia 4 – 2.

Namun, berbeda dengan pertandingan antara tim-tim Grup A dengan Grup B, tidak ada drama dalam pertandingan perempat final antara tim-tim Grup C dengan Grup D. Dua tim jebolan Grup D, Argentina dan Chile, sama-sama membabat lawannya tanpa ampun. Juara Grup D, Argentina menumbangkan runners-up Grup C, Venezuela dengan skor telak 4 – 1.  Sementara runners-up Grup D, Chile, yang agak lebih mengejutkan, membantai juara Grup C, Mexico dengan 7 gol tanpa balas!

Hasil akhir, kedua tim dari Grup A, Amerika dan Colombia, dan kedua tim dari Grup D, Argentina dan Chile, sama-sama lolos ke semi final. Amerika Serikat berhadapan dengan Argentina, sementara Chile berhadapan dengan Colombia.

Selain Chile yang mereka hadapi di pertandingan pertama mereka di babak penyisihan grup, Argentina belum juga menemukan lawan yang cukup seimbang. Argentina terlalu kuat bagi semua tim yang dihadapinya setelah Chile. Di penyisihan grup, Panama dibantai 5 – 0 dan Bolivia 3 – 0, di perempat final, giliran Venezuela dibantai 4 – 1, dan di semifinal, akhirnya perjalanan tuan rumah Amerika Serikat juga harus berakhir di tangan Argentina. Lagi-lagi Argentina melakukan pembantaian, kali itu dengan skor 4 – 0.

Pertandingan ke dua di babak semifinal adalah Chile berhadapan dengan Colombia. Cuaca buruk benar-benar mengganggu jalannya pertandingan. Sama seperti Argentina, Chile pun belum menemukan lawan yang seimbang selama Copa America, selain Argentina. Dalam 11 menit babak pertama, Chile sudah unggul 2 – 0 atas Colombia.

Menjelang babak ke dua, hujan badai disertai petir dan angin kencang membuat pertandingan babak ke dua terpaksa ditunda. Para pemain harus menunggu sangat lama, tanpa tahu pasti, kapan cuaca akan cukup bersahabat untuk memungkinkan berlangsungnya pertandingan babak ke dua. Setelah dua jam lebih, akhirnya pertandingan kembali dilanjutkan, walaupun kondisi lapangan masih basah dan licin. Tidak terjadi gol di babak ke dua. Chile melaju ke final setelah menang 2 – 0 atas Colombia.

Setelah babak semifinal selesai, dua pertandingan yang tersisa, final dan perebutan juara 3, sama-sama menjadi pertandingan reuni. Juara dan runners-up Grup A, Amerika Serikat dan Colombia, akan kembali bertemu untuk memperebutkan tempat ke tiga. Sementara, juara dan runners-up Grup D, Argentina dan Chile, akan kembali bertemu di final.

Pertandingan perebutan tempat ke tiga antara Amerika Serikat berhadapan dengan Colombia akan digelar pada hari Minggu pagi, tanggal 26 Juni, 2016, jam 7 WIB. Final Copa America akan digelar pada hari berikutnya, Senin, 27 Juni, 2016, jam 7 pagi WIB.


Akankah Chile membuat kejutan dengan mengalahkan Argentina di final nanti?

No comments:

Post a Comment